10 Most Common Misconceptions

Halo Perspekter, we hope you are all doing fine!

Pada kesempatan kali ini, Perspektif akan berbagai info seputar common misconceptions dan science myth yang sering dianggap benar oleh masyarakat.

Check this out…

1. Big Bang adalah Sebuah Ledakan Besar

Well, meskipun disebut sebagai bigbang (ledakan besar). Sebenarnya Bigbang bukan sebuah ledakan seperti yang kita bayangkan. Big Bang sepenarnya merupakan periode rapid expansion dimana jagad raya ini mengembang dengan sangat cepat dari initial singularity.

2. Antibiotic Dapat Menyembuhkan Flu dan Common Cold

Ketika kita terserang flu atau common cold, mengkonsumsi antibiotik tidak akan membantu apa-apa. Flu disebabkan oleh virus, bukan oleh bakteri. Sedangkan antibiotik itu untuk melawan bakteri, bukan virus.

3. Blackhole adalah Sebuah Lubang

Meskipun namanya berarti “lubang hitam”, tetapi blackhole bukanlah sebuah lubang. Black hole adalah sebuah objek yang sangat padat dan memiliki massa yang sangat besar sehingga tarikan gravitasinya sangat tinggi.

Kenapa disebut lubang? Karena saking besarnya gravitasi blackhole, maka tidak ada yg bisa kabur dari tarikan gravitasi tersebut. Karena itulah dia disebut lubang hitam. Meski sebenarnya kurang tepat untuk disebut sebagai “lubang”.

4. Manusia hanya mempunyai 5 indera

Ophthalmoception (penglihatan), olfacoception (penciuman), audioception (pendengaran), gustaoception (perasa), dan tactioception (sentuhan) merupakan kelima indera yang kita ketahui. Teori lima indera ini memang sudah tertulis sejak abad ke-6 SM di dalam literatur Hindu dan juga tertulis dalam De Anima karya Aristoteles.

Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, telah diketahui bahwa sebenarnya indera kita itu sangat banyak. Thermoception (kemampuan merasakan suhu), equilibrioception (kemampuan merasakan keseimbangan tubuh), proprioception, dan masih banyak lagi. Bahkan beberapa binatang memiliki indera yang tidak kita miliki, seperti magnetoreception (kemampuan merasakan magnetic field).

Karena itulah sekarang kelima panca-indera kita ini biasanya dikategorikan sebagai “five traditional senses”. Karena menurut pengetahuan tradisional, kita hanya mengenal lima, padahal sebenarnya ada lebih dari itu.

Kalau begitu ada berapa indera yang kita miliki? Para ilmuwan sendiri masih berbeda pendapat tentang ini, tapi mayoritas neurologist setuju bahwa kita memiliki setidaknya 9 indera.

Jadi, sekarang kita tau bahwa seseorang yang memiliki indera ke-6 bukanlah sesuatu yang spesial. Bahkan kita bisa bilang bahwa kita sendiri memiliki indera ke-9. Wow!

5. Kita Hanya Menggunakan 10% Otak Kita

Ini salah satu miskonsepsi yang paling populer. Sebenarnya awal mula cerita ini berasal dari Psychologist William James yang mengatakan dalam bukunya The Energies of Men, “We are making use of only a small part of our possible mental and physical resources.”

Lalu oleh Dale Carnegie dalam bukunya How to Win Friends and Influence People tertulis: “Professor William James of Harvard used to say that the average man develops only ten percent of his latent mental ability”.

Lalu dari sini kata “mental” bertransformasi menjadi “otak” dan mulai dipopulerkan oleh para Motivator untuk memotivasi penggemar mereka. Muncullah mitos “We only use 10% of our brain”. Lalu mitos ini dipopulerkan oleh film Hollywood berjudul “Lucy”.

Nyatanya, kita sebenarnya menggunakan 100% atau keseluruhan kapasitas otak kita. Tidak ada bagian yang tidak terpakai dalam otak kita. Semua bagian otak kita bekerja berdasarkan fungsinya masing-masing.

Lalu bagaimana kita menjelaskan kemampuan otak yang “katanya” orang-orang pintar berhasil menggunakan lebih dari 10% otaknya? Well, jawaban simplenya karena memang kemampuan otak masing-masing orang beda.

Jawaban lainnya, brain neuroplasticity. Dahulu kala, kita beranggapan bahwa otak itu constant dan tidak berubah. Semenjak kemunculan brain imaging device, sekarang kita tau bahwa otak itu sebenarnya sangat “plastic” akan terus berubah dan fleksibel.

Otak akan selalu merubah strukturnya dalam tingkatan sellular untuk menyesuaikan dengan tuntutan yang ada. Ketika kita melakukan sesuatu yang akan merangsang bagian otak tertentu, maka sinapsis pada neuron-neuron dibagian otak tersebut akan berubah, membuat koneksi baru, bertambah, atau berkurang menyesuaikan dengan kebutuhan.

Jadi inilah “untapped potential” yang mungkin dimaksud meski sebenernya tidak tepat juga dibilang “untapped potential”. Simplenya, kita berlatih ya kita jadi makin pintar. Bukan karena kita meningkatkan persentase otak yang digunakan.

Kalo kita merasa bego akan suatu hal, gak perlu pake alesan 10% brain myth lagi. Tapi berlatihlah biar pinter. Thanks to brain plasticity, we all have the ability to be smart.

6. Kita Berevolusi dari Simpanse

Bukan. Kita bukan berevolusi dari simpanse. Kita dan simpanse berevolusi dari moyang yang sama. Got it?

7. “Ah, itu kan hanya teori!”

Teori dalam ranah sains memiliki pengertian yang berbeda dengan teori sering kita gunakan dalam Bahasa sehari-hari. Teori bukanlah penjelasan tanpa bukti atau klaim tanpa disertai penjelasan yang kuat. Untuk lebih lengkapnya, Perspektif sudah membahasnya, silahkan kunjungi post kami di http://line.me/R/home/public/post?id=ejl7979q&postId=1144186121304087279

8. Left Brain Analytical, Right Brain Creativity

Salah satu mitos lainnya yang sangat popular dan sering disebut-sebut dalam personality test dan self-motivation book yang membawa-bawa nama psychology dan menjadikan image “psychology” terlihat buruk seakan-akan psychology hanya pseudoscience. Sayangnya “teori” ini tidak pernah disupport oleh sains sama sekali.

Peneliti dari University of Utah menganalisa lebih dari 1000 otak menggunakan brain imaging device dan tidak menemukan bukti mengenai left-right brain ini. Para partisipan menggunakan kedua bagian otaknya untuk aktifitas yang melibatkan kreativitas dan analitikal.

Meskipun begitu, preferensi atau pilihan untuk menggunakan bagian kanan atau bagian kiri memang ada dan disebut sebagai “lateralization”. Seperti contohnya ketika orang yang right-handed berbicara, bagian kiri otak lebih aktif. Tetapi tidak berarti kita menggunakan otak kiri untuk berbicara. Ini hanya masalah preferensi saja.

Lalu apa kegunaan otak kiri dan kanan? Jawabannya, pembagian tugas. Otak kiri bertugas untuk mengontrol otot badan bagian kanan dan sebaliknya, otot bagian kiri dikontrol otak bagian kanan. Maka dari itu ketika kita menggerakan tangan kanan kita, otak kirilah yang bertanggung jawab akan hal tersebut. Dan kecenderungan bahwa anda left-handed, atau right-handed, ini juga akan mempengaruhi lateralization, bagian otak mana yang akan menjadi preferensi.

9. Pembagian Teritori Lidah Menurut Kepekaan Terhadap Rasa Tertentu

Masih ingat pelajaran di sekolah dulu tentang reseptor rasa di lidah? Reseptor manis berada di ujung lidah, pahit dipangkal lidah, asam di sisi belakang, dan asin disisi depan lidah. Sayangnya pengetahuan ini sudah “outdated”.

Awal teori ini berasal dari paper oleh Edwin G. Boring pada tahun 1901. Paper dia sebenarnya menjelaskan mengenai kecepatan reaksi bagian tertentu dalam mendeteksi rasa tertentu.

Semua bagian lidah kita sama sensitifnya terhadap berbagai rasa yang ada dan tidak ada pemisahan bagian tertentu untuk merasakan rasa tertentu.

10. Masturbasi Bikin Kopong

Banyak miskonsepsi yang mengatakan bahwa masturbasi bisa bikin lutut kaki kopong. Ada juga yang bilang bikin buta dan sebagainya.

Well, masturbasi jika dilakukan secara normal dan tidak berlebihan sebenarnya malah bisa menyehatkan. Mulai dari mengurangi resiko prostate cancer hingga meningkatkan kualitas sperma yang ada untuk pria. Dan untuk perempuan, masturbasi bisa meningkatkan performa seksual mereka dan mengurangi keram ketika menstruasi. Selain itu masturbasi juga bisa meningkatkan imun tubuh.

Tetapi perlu diingat, segala sesuatu yang berlebihan itu bisa merugikan. Selain akan membuat anda capek, masturbasi berlebihan juga malah bisa mengurangi performa seksual.

 

So, manakah dari 10 miskonsepsi diatas yang kalian percayai sebelum membaca postingan ini? 🙂

 

Reading Guide:
http://www.medicalnewstoday.com/articles/10278.php (antibiotics)
http://www.nasa.gov/audience/forstudents/k-4/stories/nasa-knows/what-is-a-black-hole-k4.html (blackhole)
http://www.livescience.com/32278-was-the-big-bang-really-an-explosion.html (bigbang)
http://www.bbc.com/future/story/20141118-how-many-senses-do-you-have (human senses)
http://bigthink.com/videos/debunking-common-brain-myths (10% brain myth)
http://www.scientificamerican.com/article/do-people-only-use-10-percent-of-their-brains/ (10% brain myth)
http://www.iflscience.com/editors-blog/52-common-myths-and-misconceptions-debunked (other common myths)
http://www.livescience.com/7113-tongue-map-tasteless-myth-debunked.html (tounge taste receptor)
http://www.livescience.com/32935-whats-the-difference-between-the-right-brain-and-left-brain.html (left-right brain)
http://www.livescience.com/39373-left-brain-right-brain-myth.html (left-right brain)
http://www.independent.co.uk/life-style/love-sex/masturbation-the-health-benefits-10252487.html (masturbation)
http://www.sciencealert.com/watch-is-masturbation-good-for-you (masturbation)

 

– FH @ Perspektif

Advertisements

One thought on “10 Most Common Misconceptions

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s