Why we grow old (and die)? Part 2

Udah pake kata-kata part 2 harusnya udah ngerti ya kalau ini adalah lanjutan cerita dari Why We Grow Old? milik FH.

Mari kita sedikit rangkum, sebelumnya kita membahas mengenai bagaimana sel kita menua dan kemungkinan kita menjadi immortal. Bahkan kita disuguhkan cerita sel dari binatang lain yang tidak mengalami penuaan. But, Who cares? (ditendang sama FH dari artikel sebelah)

Yah, gak mungkin juga kalian mikirin sel-sel kalian tiap menit dan detik di sepanjang umur kalian.
No…no… no… Manusia akan lebih sering memikirkan hal-hal seperti ini:
Nanti mau makan apa?
Nanti mau ngedate di mana?
Tadi di toilet kok diare? Emangnya tadi makan apa?
Tadi ngedate kok diare? Emang tadi ngedate sama siapa?
Eh, ngelantur.

Maksud saya di atas adalah kita lebih suka memikirkan kehidupan kita secara biologis, psikologis, dan sosial. Kita mulai sering berpikir bagaimana memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita, dari hirarki kebutuhan Maslow sampai tiga jenis kebutuhan McClelland. Loh? Loh? Saha eta Maslow sama McClelland? (bukaaaan bukan penemu marshmallow dan pengganti McDonald kok)

Abraham Maslow adalah pencetus hirarki kebutuhan yang dalam hirarki tersebut terdapat lima tingkatan, yaitu (secara berurutan dari bawah ke atas) physiological need, safety need, belonging need, self esteem need, dan self actualization.
McClelland juga merupakan pencetus kebutuhan dasar manusia, hanya saja berbeda dengan Maslow, ia mengatakan terdapat tiga kebutuhan dasar manusia, yaitu power need, affiliation need, dan achievement need.

Look! Look! Ya, kalian akan lebih sering memikirkan itu di sepanjang hidup kalian, although FH memberikan harapan untuk kita jadi immortal, yaaaah, you will think it twice, or more, and then you will think about your needs again. (dibanting FH)

Lalu, bagaimana sih menjadi tua dalam dunia psikologi? Apa sih yang akan kalian hadapi? Lalu, masihkah kita memikirkan kebutuhan-kebutuhan di atas ketika kita tua? Intinya, APA SIH YANG AKAN KAMU PIKIRIN WAKTU TUA?
Entahlah… Saya juga ngga tau, ya mana saya tau kalau kalian akan masih mikirin Game of Thrones Season 7 apa ngga.

But, saya punya teori.
Teori ini muncul dari seseorang dari Jerman bernama Erik Erikson. Ia menjelaskan bahwa setiap orang akan berkembang di sepanjang usianya. Perkembangan tidak berhenti ketika kamu menjadi dewasa atau jadi remaja, tapi benar-benar seumur hidup kamu. Erik Erikson menjelaskan bahwa pada tiap tahap perkembangannya, seseorang harus menyelesaikan tugas. Misal, ketika masa remaja, seseorang akan dihadapi dengan tahapan identity versus identity confuse. Pada tahap ini, remaja sedang mencari mengenai jati dirinya, ketika ia dapat menemukan jati dirinya, artinya remaja berhasil pada tahap ini namun ketika ia gagal, maka ia akan mengalami kebingungan mengenai identitasnya.

Lalu, tahap apa yang dilalui oleh orang tua? Maksud saya adalah Late Adulthood atau gampangnya orang-orang yang telah berumur 65 tahun ke atas.

Mereka pada umur tersebut akan mengalami tahapan yang disebut dengan Integrity versus Despair. Pada tahap ini, orang akan lebih sering melihat ke belakang memikirkan mengenai apa yang telah ia lakukan selama ini. Ketika seseorang berhasil pada tahap ini, ia akan bisa menerima dirinya secara utuh, dari hal-hal yang ia rasa benar untuk dilakukan hingga hal-hal yang merupakan kesalahan baginya. Namun, ketika seseorang tidak dapat melewati fase ini dengan baik, maka dirinya akan lebih merasa kecewa akan hidupnya sendiri, yang biasanya disebut sebagai despair. Intinya, inilah tahap seseorang akan mengevaluasi kehidupannya.

Lalu, pentingkah hal tersebut?
Penting, walaupun mungkin saja orang tersebut tidak dapat mengulangi lagi tiap tahap yang telah ia lewati dan hanya bisa mengevaluasi, bukankah suatu saat ketika ia memiliki cucu, ia dapat memberikan pesan itu kepada cucunya? Yah anggap saja kepanitiaan yang berulang tiap tahun, pesan tersebut bagaikan laporan pertanggungjawaban yang nantinya dapat membantu panitia penerusnya untuk tampil lebih bagus lagi.

Lalu, apa saya sudah menjawab pertanyaan di judul? Belum.
So, kenapa kita menua?

Selain karena sudah umur, kondisi tubuh fisik yang mulai melemah, waktu pensiun, dan sebagainya, mungkin jawaban mengapa kita menua adalah karena kita sudah melewati begitu banyak kejadian hidup. Bahwa kamu telah melewati begitu banyak tahapan perkembangan psikososial Erik Erikson dan sampai pada tahap terakhir. Bahwa kamu telah banyak belajar mengenai kehidupan.

Kebutuhan-kebutuhan yang tadi saya sebutkan menjadi hal yang kamu kejar, dan dalam prosesnya kamu akan belajar banyak hal, sebelum pada akhirnya kamu dapat memenuhi kebutuhan kamu tesebut. Intinya adalah belajar.
Kamu belajar percaya pada orang lain
Kamu melajar mengenai kebebasanmu
Kamu melajar mengenai jati dirimu
Kamu belajar mengenai bagaimana harus memajukan dirimu dan kehidupanmu
Sampai akhirnya kamu akan di tahap integrity versus despair dan menoleh ke belakang, ke semua hal yang telah kamu pelajari. Bukankah itu menarik?

Bahwa saat ini, saat kamu membaca artikel ini, sebenarnya kamu dipesankan untuk selalu belajar? Agar ketika tuamu nanti, kamu bisa mengevaluasi dirimu dan berkata bangga, “I’m a f**king b*d*ss”, eh!.

Sayangnya, ngga semua dari kita akan bisa mencapai umur tersebut. Ya, saya ngga bisa bayangin juga bahwa kalian yang baca ini secara kompak lihat artikel ini lagi waktu umur 65 tahun, mungkin ada yang mendahului atau sedang sakit. But dari sini, saya sepakat dengan FH, bahwa selagi sel-sel kita menua dan diri kita melewati fase-fase perkembangan Erik Erikson, just don’t waste your time.

Start from now, kembangkanlah diri kamu dan jangan buat dirimu sendiri kecewa nantinya. Ada banyak kesalahan, tetapi toh kalian masih punya waktu untuk evaluasi dan memperbaikinya. Ketimbang berleha-leha dan membuat banyak excuse buat diri kamu, kenapa ngga dari sekarang kamu gunakan waktumu untuk menggali potensi-potensi di dirimu?

Kita ngga pernah tau, entah kita punya cukup waktu untuk menua atau tidak.

 

Jester @ Perspektif

PS: Jika dalam sebulan ini saya tidak membuat post, kemungkinan besar saya sedang dirawat karena habis dibanting FH. Doakan saya selamat. :1

 

Sumber :

Patricia H. Miller : Theories of Developmental Psychology, 5th Edition.

Gambar : http://i.huffpost.com/gen/1575045/thumbs/o-OLD-PEOPLE-SMILING-facebook.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s