Apakah “Dunia Lain” Benar Adanya?

Ketika berkata “dunia lain”, rujukan stereotype Indonesia pasti punya makna relevansi terhadap hal mistik nan gaib alias horor. Akan tetapi, sayangnya kita harus memecah stereotype tersebut karena kita akan membahas “dunia lain” yang dalam fisika dikenal sebagai MULTIVERSE, dan tidak ada kaitannya dengan mistis. Mungkin ini akan mereduksi minat sebagian pembaca karena memang pembahasan mengenai multiverse itu ribet untuk dimengerti. Terkadang untuk paham banget butuh mendalami teori string, teori inflasi abadi, dan berbagai macam teori yang buat pusing kepala. Mungkin di sini saya, Resedivis_, akan sedikit membuat perasaan pusing itu terminimalisir.

Nah, pilihan kepada Anda adalah apakah mau belajar bersama untuk memahami alam semesta ataukah hanya ingin menjadikan semua ini misteri yang sudah diatur?

Mari pelajari bersama:

Sebelum membahas lebih jauh, kita sepakati dulu “Apa sih multiverse itu?”

Multiverse bisa berarti:

  • Alam semesta jauh di luar “alam semesta” yang terlihat oleh kita. Sejauh-jauhnya kita melihat hanyalah sebatas jauhnya teleskop luar angkasa Hubble melihat. Di luar sana siapa tahu ada alam semesta lain yang mungkin sama dengan alam semesta kita.
  • Alam multidimensi. Alam semesta kita adalah alam tiga dimensi, yang artinya diperlukan tiga titik untuk menentukan posisi kita secara tepat. Bisa jadi alam tiga dimensi ini adalah bagian dari alam empat dimensi. Kita tidak pernah bisa mengamati dimensi ke empat itu karena ukurannya jauh lebih besar dari dimensi kita.
  • Alam paralel. Seperti pada percobaan kucing Schrödinger, kucing dianggap tidak hidup dan mati secara bersamaan tapi alamnya bercabang menjadi dua, yaitu alam yang berisi kucing hidup dan alam yang berisi kucing mati. Ini adalah paradoks terbesar dalam dunia fisika.
  • Alam yang punya hukum alam yang beda dengan kita. Kita punya hukum alam sendiri seperti gravitasi yang selalu tarik menarik dan elektromagnet yang mempunyai muatan. Bisa jadi entah di mana ada alam yang punya hukum alam yang sangat berbeda dengan hukum alam punya kita. Misalkan gravitasi yang bisa tarik menarik dan tolak menolak, atau elektromagnet yang punya lebih dari dua jenis muatan, dan sebagainya.

Multiverse adalah hasil interpretasi dari berbagai teori ‘aneh’ dalam dunia fisika.

Ada tiga teori baru yang menopang kemungkinan adanya universe lain.

  • Big bang theory (Chaotic Inflation)Big bang hanya menceritakan bahwa semesta terjadi karena sebuah ekspansi ruang dan waktu. Tapi teori ini tidak bercerita tentang apa yang ada sebelum terjadi ekspansi, atau kenapa terjadi ekspansi, dan seterusnya. Andrei Linde mengusulkan satu teori yang dikenal sebagai Chaotic Inflation. Dalam teori ini, semesta kita hanyalah bagian dari suatu ruang yang lebih luas. Dalam ruang ini terjadi banyak big bang akibat aktivitas energi berlebih. Tidak semua ahli fisika setuju dengan teori ini.
  • Dark energy theory : Hal yang menghubungkan teori dark energy dengan multiverse adalah besarannya. Besar dark energy yang ada di semesta kita sangat tepat untuk memberi kesempatan partikel-partikel hasil ledakan big bang untuk berkumpul dan membentuk galaksi-galaksi, planet-planet, serta kemudian memungkinkan adanya kehidupan. Pertanyaannya, kenapa dark energy di semesta ini bisa memiliki besar yang demikian? Pertanyaan ini dijawab dengan ‘possibilities‘. Jika kita membayangkan dalam ruang di luar semesta kita terjadi banyak big bang, maka ada banyak kemungkinan besar dark energy untuk tiap semesta yang terbentuk. Hanya saja, di semesta kita kebetulan besarnya ‘pas’.
  • String theory : Teori ini berhubungan dengan sesuatu yang membentuk quark (bagian terkecil yang diketahui dari suatu partikel). Sesuatu ini berupa gelang yang bergetar ke segala arah, tidak hanya dalam arah tiga dimensi tetapi enam atau lebih dimensi. Kemungkinan dari jumlah dimensi yang mungkin ada sebanyak 10 pangkat 200. Nah, beberapa fisikawan menyatakan, jumlah itu kemungkinan bisa saja terjadi di setiap universe yang ada dalam multiverse.

Itulah teori-teori fisika yang menopang keberadaan multiverse. Seorang “sinis” akan berkata “jalan buntu!” karena multiverse adalah cara paling mudah untuk menjawab: Apa yang ada di semesta sebelum terjadi big bang? Kenapa besar dark energy di semesta kita sebesar itu? Kenapa ada banyak kemungkinan untuk jumlah dimensi arah string bergetar ? (belum lagi pertanyaan dalam quantum mechanic), tapi sayang semua ini masih berupa hipotesis murni atau yang lebih dikenal oleh stereotype masyarakat Indonesia dengan sebutan”misteri alam”.


Lantas bagaimana mungkin hipotesis ini bisa diuji secara observasional?

Ada beberapa kemungkinan di mana kita bisa mengetahui kemungkinan adanya universe lain di luar universe yang kita tinggali. Salah satu yang paling cukup realistis adalah dengan melihat perubahan dari struktur pemetaan massa dan energi microwave background, di mana perubahan tersebut bisa jadi indikasi bahwa adanya interaksi pengembangan ekspansi alam semesta yang disebabkan oleh dark energy dan bertumbukan dengan ekspansi dari universe lain.

Jika kita asumsikan alam semesta adalah sebuah gelembung maka dari pengamatan pada data selama 7 tahun di Wilkinson Microwave Anisotropy Probe (WMAP), Stephen Feeney dkk. menemukan tanda yang diperkirakan sesuai sebagai tabrakan gelembung. Grup peneliti ini menemukan empat tanda di langit CMB (cahaya pertama yang bersinar di alam semesta) yang sesuai untuk menjadi tabrakan gelembung. Artinya, di masa lalu alam semesta kita ditabrak oleh gelembung lain (alam semesta lain) setidaknya empat kali.

Jika bukti ini bisa diperkuat oleh data yang akan diambil oleh satelit Planck maka para peneliti akan dapat memperoleh informasi tentang adanya kemungkinan dunia paralel atau alam semesta lainnya atau multiverse.

Resedivis_ @ Perspektif


Sumber :

https://www.quantamagazine.org/20140818-at-multiverse-impasse-a-new-theory-of-scale/

http://www.sciencealert.com/the-parallel-universe-theory-is-not-just-maths-it-s-science-that-can-be-tested

http://news.nationalgeographic.com/news/2014/03/140318-multiverse-inflation-big-bang-science-space/

http://bigthink.com/videos/the-multiverse-has-11-dimensions-2

http://arxiv.org/a/feeney_s_1.html

Sumber gambar:

https://perspektifofficial.files.wordpress.com/2016/07/8cf38-1456263055734.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s