The Dying Process, Near Death Experience & Life After Death

Breathing and heartbeat stopped

Ketika kita mati, napas kita terhenti dan jantung berhenti bekerja. Pada saat ini, kita masuk dalam kategori mati klinis.

Meski sudah tidak bernapas dan jantung sudah berhenti memompa darah, sel-sel dalam tubuh kita masih memiliki persediaan nutrisi dan oksigen yang cukup untuk tetap hidup. Organ-organ seperti ginjal, mata, dan sebagainya masih berfungsi. Otak masih berfungsi baik dan memiliki persediaan oksigen yang cukup untuk tetap hidup untuk beberapa saat ke depan.

Pada tahap ini, jika kita hidup ratusan tahun yang lalu, kita sudah dianggap mati. Namun, dengan teknologi yang kita miliki sekarang, tahap ini masih tahap awal kematian di mana kita masih bisa diselamatkan.


Our cells started to deteriorate

Beberapa saat setelahnya, kita memasuki tahap selanjutnya dari proses kematian. Tanpa kiriman nutrisi dan oksigen, kondisi sel-sel tubuh mulai memburuk. Jika dibiarkan, perlahan-lahan sel-sel tubuh kita mulai melakukan self-destruct karena mengalami kekurangan nutrisi yang diperlukan.

Selanjutnya, organ-organ tubuh mulai berhenti berfungsi satu per satu. Otak juga mulai mengalami penurunan performa dan pada akhirnya akan mati secara perlahan seiring dengan matinya sel-sel yang ada di otak kita.


Our brain struggled to survive, causing Near Death Experience (NDE)

Pada tahap ini, ketika otak kita dalam proses kematian, otak kita akan mengalami berbagai macam aktivitas yang menyebabkan pengalaman yang disebut Near Death Experience (NDE). Ketika kita berhasil melewati pengalaman tersebut, kita akan mengingatnya sebagai pengalaman mati suri.

Menurut riset yang dilakukan oleh University of Kentucky, fenomena NDE bisa jadi hanyalah REM intrusion. REM intrusion biasanya bisa terjadi ketika kita tidur di mana pikiran kita tiba-tiba bangun tetapi tidak diikuti dengan bangunnya badan kita. Karena REM intrusion terjadi di batang otak, fenomena NDE masih bisa terjadi meski badan kita sudah dalam kondisi mati atau tidak bekerja.

Ketika otak kita berusaha untuk tetap hidup, akan timbul kekacauan dalam aktivitas otak yang mengakibatkan information overload pada bagian visual cortex. Inilah yang menyebabkan kenapa kita berhalusinasi, seperti melihat lorong gelap atau cahaya terang ketika kita mati, naik ke surga, dan sebagainya. Otak kita juga akan dibanjiri oleh endorphins (hormon bahagia) yang bertanggung jawab atas perasaan bahagia (ultimate happiness) dan damai yang sering dikatikan dengan suasana surga dalam cerita mati suri.

Sesaat sebelum mati, otak akan mengalami peningkatan aktivitas yang sangat drastis bagaikan sebuah mesin korslet yang akan menimbulkan berbagai halusinasi fenomena gaib. Peristiwa-peristiwa dalam hidup kita akan muncul kembali dalam bentuk flashback, perasaan tenang dan damai, out of body experience, dan sebagainya.

Inilah saat-saat otak kita seperti sedang merayakan detik-detik terakhir dengan memberi kita kesadaran penuh sebelum kesadaran kita hilang sepenuhnya.


Brainstem death

Pada tahap akhir, brainstem berhenti berfungsi. Pada tahap ini maka kita sudah bisa dibilang meninggal.


Decaying process of the body

Badan kita akan memulai proses pembusukan. Sel-sel tubuh kita yang mati akan menjadi sumber nutrisi untuk fungi dan bakteri yang kemudian menginvasi tubuh kita dan membantu proses pembusukan organ tubuh. Para mikroba yang sedang pesta mulai mengeluarkan banyak senyawa kimia dan gas-gas yang menyebabkan bau busuk.

Kalau tubuh kita dikubur (atau dibiarkan membusuk), maka larva, cacing-cacing, dan serangga akan membersihkan sisa-sisa nutrisi yang ada dalam tubuh kita. Pada akhirnya, hanya tulang kitalah yang tersisa.

Dalam waktu yang cukup lama, protein di tulang kita akan terdekomposisi, meninggalkan mineral dalam tulang yang disebut hydroxiapatite. Pada akhirnya, mineral tersebut juga akan terurai menjadi humus yang berguna menyuburkan tanah. Humus ini membantu pertumbuhan pepohonan dan tanaman. Pada akhirnya, setelah kita mati, semua partikel dalam tubuh kita kembali ke alam.


Ya, di atas adalah beberapa tahap kematian kita yang waktunya bisa mencapai bertahun-tahun hingga badan kita terurai sepenuhnya.

Terdapat miskonsepsi yang menghubungkan hukum kekekalan energi dengan nyawa atau hantu. Ketika kita mati, kemana energi kita pergi? Bukankah energi tidak bisa dimusnahkan atau diciptakan dan hanya bisa berubah bentuk?
Apakah ini berarti kita akan menjadi hantu yang merupakan energi dari tubuh kita?

Sayangnya tidak.
Jawaban gamblangnya, sebagian energi dalam tubuh kita dilepaskan kembali ke alam dalam bentuk panas tubuh dan sebagian lainnya ditransfer ke binatang lain yang mengkonsumsi tubuh kita atau bentuk kehidupan lain yang bergantung pada tubuh kita yang membusuk.

Semua atom-atom tubuh kita akan terurai menjadi bagian dari alam. Atom dan partikel dalam tubuh kita ini di kemudian hari akan menjadi partikel yang membentuk bagian organ binatang lain, tumbuhan, atau benda-benda lainnya. Energi akan dilepaskan kembali ke alam dan menjadi sumber energi makhluk hidup lain. Dan rantai kehidupan pun tetap berjalan. Satu kehidupan mati, kehidupan lainnya bermunculan.

Isn’t that beautiful?
Knowing that our death gives rise to a whole new life forms. That’s literally life (other forms of life) after death (our death).


Bagaimana dengan nyawa kita?

Sayangnya, keberadaan nyawa tidak terbukti. Bahkan dengan perkembangan neurosains (salah satu bidang ilmu yang masih terbilang baru), keberadaan nyawa seperti yang kita ketahui semakin terancam.

Neurosains memang tidak membuktikan nyawa tidak ada. Tetapi keberadaan neurosains mengindikasikan bahwa karakter dan sifat-sifat yang umumnya dikaitkan dengan nyawa – kesadaran, emosi, a sense of self, kesadaran diri, kepribadian, empati, ego, kehendak bebas, dan sebagainya – hanyalah produk dari aktifitas otak. Dengan memanipulasi kerja otak, neuroscientist bisa bermain dengan kesadaran dan ‘jiwa’ kita.

Meskipun cukup besar keinginan saya sendiri untuk percaya bahwa nyawa saya akan tetap hidup dan berbahagia di alam lain, sayangnya pemikiran ini menurut saya hanyalah wishful thinking. Dari banyaknya versi mengenai penggambaran kehidupan setelah kematian, keberadaan surga, neraka, taman firdaus, Nirvana, Valhalla, narak, keberadaan hidup kekal, keberadaan reinkarnasi, dan kepercayaan lainnya, belum satu pun yang berhasil bisa dibuktikan, setidaknya untuk saat ini.

Jadi, kalau kita benar-benar hilang setelah mati, apa yang tersisa dari diri kita?
Mungkin yang tersisa dan bisa bertahan hanya sebagian dari “diri” kita dalam bentuk karya yang kita hasilkan, kontribusi yang kita berikan pada sesama, dan dampak positif yang kita ciptakan semasa hidup kita. Semua orang yang pernah menjadi bagian dalam hidup kita akan mengingat segala kebaikan dan inspirasi mengenai bagaimana kita menjalani hidup dengan baik.

As far as we can know for sure, we only have one life, our only life. Sure, there’s nothing wrong believing in afterlife. But we have to admit that with too many version of it, it’s impossible for all of them to be true. The most optimistic thought would be at least there’s one right version out of many versions. Yet if we do the math, the probability of our version to be true is quite small.

Even if there’s none, we still have one life here that we know to exist. Let us just live it well, live it wisely, and make the most of it. After all, if you live well as a good human being in this life, the afterlife (if it even exist) would welcome you warmly for all the good deeds you have collected.

So, stop staring at your phone screen now and live life before death sets in!
Those dreams you want to pursue, chase them!
The cute girl (or handsome guy) you have been keeping your eye on, talk to her (or him)!

Before you regret realizing that, you are already too late…

October 27, 2015
FH @ Perspektif

All Rights Reserved


Further Readings:
phenomena.nationalgeographic.com/2013/08/12/in-dying-brains-signs-of-heightened-consciousness/
www.huffingtonpost.com/michael-graziano/does-the-eternal-soul-exi_b_953658.html
www.youtube.com/watch?v=ZuwEJhrliGU
www.humantruth.info/souls.html
www.scientificamerican.com/video/what-happens-to-your-body-after-you-die/
www.iflscience.com/environment/what-do-when-youre-dead-science-edition
www.livescience.com/42955-what-happens-when-you-die.html
www.livescience.com/40481-resuscitation-long-after-death.html
www.livescience.com/16951-einstein-physics-ghosts-proof.html
www.youtube.com/watch?v=7AHpqstcDEk
www.youtube.com/watch?v=U_ZACayujUM

Note:
Image Header by Gavin Aung Than, taken from Zen Pencil. All rights of the image belong the the owner and Zen Pencil.
zenpencils.com/comic/carl-sagan-make-the-most-of-this-life/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s