Hatred

Bukan, di sini bukan mau bahas game tentang orang sosiopat yang ngelakuin genosida. Hatred yang akan kita bahas di sini adalah perasaan emosional tidak suka yang mendalam yang dapat ditujukan pada individu, kelompok, ras, benda, perilaku dan ide. Kebencian (hatred) sering diasosiasikan dengan perasaan marah, jijik, dorongan permusuhan, bahkan tindak kriminal.

Setiap orang pasti pernah merasakan rasa benci pada taraf yang bervariasi. Perasaan ini bisa muncul karena berbagai alasan, misalnya adanya harapan yang tidak sesuai dengan realita atau alasan yang lebih simple seperti kesal setelah dikerjain Resedivis_ di post sebelumnya. Nah, pernahkah kamu bertanya-tanya, dari mana datangnya rasa benci itu?


Banyak penelitian yang telah dilakukan oleh para saintis untuk dapat mengungkapkan bagian otak mana yang bertanggung jawab atas rasa benci. Hasil yang paling menjanjikan adalah penelitian yang dilakukan oleh Semir Zeki dan John Romaya dari University College London’s Laboratory of Neurobiology yang dilakukan dengan melakukan scan fMRI pada 17 otak orang dewasa ketika mereka diberikan foto-foto orang yang mereka benci. Hasil menunjukkan bahwa terdapat aktivitas pada bagian gyrus frontalis media, putamen kanan, korteks premotor dan insula. Bagian-bagian ini lah yang kemudian disebut sebagai “hate circuit“.

Peneliti menambahkan bahwa hate circuit memang juga berperan dalam penginisiasian perilaku agresif tetapi untuk perasaan agresif, seperti marah dan takut, otak memiliki pola pengaktivasian yang berbeda. Hate circuit juga (khususnya pada bagian putamen kanan dan insula) berbagi fungsi dengan pengontrolan rasa cinta romantis, namun, berbeda dengan perasaan cinta yang justru mendeaktivasi sebagian besar bagian korteks yang berperan dalam pemikiran logis dan kritis (inilah mengapa, jatuh cinta bisa berbahaya), otak dari orang yang sedang merasa benci justru mengaktifkan sebagian korteks frontal yang berperan untuk memprediksikan perilaku orang lain. Hal ini mungkin dilandasi oleh persiapan diri yang dibutuhkan ketika akan berhadapan dengan orang yang dibenci.

Yang menarik dari temuan ini adalah bahwa tingkat aktivitas otak yang terlihat berbanding lurus dengan tingkat rasa benci yang dirasakan, sehingga rasa benci dapat diukur. Ada banyak implikasi langsung yang dapat diterapkan dari hasil penelitian ini, misalnya di ranah hukum yang tindak kriminal yang dilatarbelakangi oleh rasa benci yang lebih besar, seharusnya juga mendapatkan hukuman yang lebih besar pula. Contoh implikasi lainnya adalah di dunia psikiatri, klien akan lebih dapat dipetakan rasa bencinya sehingga terapi akan dapat berjalan lebih efektif.

Penelitian ini juga masih mendapatkan tanggapan skeptis dari seorang profesor psikologi dan neurosains dari Duke University, Scott Huettel. Menurutnya, butuh penelitian lebih lanjut untuk benar-benar dapat menyimpulkan bagian otak mana yang bertanggung jawab terhadap perasaan benci, dan harus lebih memerinci rasa benci itu sendiri, tidak hanya jenis benci yang berfokus pada individu lain.

Bagaimana pun, hasil dari penelitian ini jelas barulah permulaan terhadap usaha kita dalam mempelajari otak dan emosi manusia. Di masa depan setelah kita akhirnya benar-benar memahami otak kita, bayangkan hal-hal luar biasa apa yang dapat kita lakukan! Penelitian-penelitian seperti ini mungkin dapat memberikan kita suatu metode untuk mengubah dorongan emosional yang dapat berdampak pada tindak kriminalitas menjadi dorongan lain yang lebih positif. All for the sake of a better society.

Freyja @ Perspektif


Reference:

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Hatred

http://www.ucl.ac.uk/news/news-articles/08010/08102901/

http://www.scientificamerican.com/article/the-origin- of-hatred/

Sumber gambar : http://cdn-media-1.lifehack.org/wp-content/files/2014/03/iStock_000019618145Medium.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s