#OnThisDay : The First Man Who Set Foot on The Moon

5 Agustus 1930.

Delapan puluh enam tahun yang lalu pada hari ini di sebuah kota di Ohio, Amerika Serikat, lahir seorang anak pertama dari pasangan suami-istri Stephen dan Viola. Saat si anak berusia 5 tahun, sang ayah mengajaknya naik The Tin Goose—sebuah pesawat terbang buatan Ford Motor Company. Sepuluh tahun kemudian, sang anak melakukan penerbangan solo pertamanya.

Dan pada umur 38 tahun, dia menjadi manusia yang pertama kali menjejakkan kaki di Bulan dalam sejarah.

That’s one small step for [a] man, one giant leap for mankind,” ujar Neil Armstrong setelah  turun dari tangga Apollo Lunar Module dan menapakkan kakinya di Bulan.

Menjejakkan kaki ke Bulan adalah sebuah pencapaian yang sangat luar biasa dan akan selalu dikenang umat manusia.

Namun, ada hal lain yang juga selalu dikenang oleh rekan-rekan Armstrong: kesederhanaan.

Menurut orang-orang yang mengenalnya, Neil Armstrong bukanlah seorang yang menyukai spotlight, popularitas, dan sebagainya. Bahkan, beliau dikenal dengan julukan The Reluctant American Hero. Armstrong seringkali menolak wawancara dan permintaan tanda tangan oleh media karena beliau tidak mau hal-hal tentang dirinya menjadi komoditas yang diperjualbelikan. Karena itu pulalah sebagian orang menyebutnya sebagai pribadi yang reklusif.

Pada kesempatan wawancara (yang cukup langka) pada tahun 2001, Armstrong memberi penghargaan terhadap rekan-rekan beliau yang bekerja di belakang layar pada misi Apollo 11 itu.

“Ketika Anda mempunyai ratusan ribu pekerja yang melakukan kerjanya lebih baik daripada seharusnya, Anda mendapatkan peningkatan performa. Dan itulah satu-satunya alasan kita dapat berhasil,” ujar beliau.

Setelah penerbangan ke Bulan, Armstrong pensiun dari NASA pada tahun 1971 dan mengajar sebagai profesor aerospace engineering di University of Cincinnati selama 8 tahun. Beliau juga diingat oleh tetangga-tetangganya sebagai orang yang gemar berladang. Beliau juga menjabat sebagai dewan direksi beberapa perusahaan.

John Glenn, orang Amerika pertama yang mengorbit Bumi, mengenang bahwa Armstrong “tidak merasa beliau harus menyanjung-nyanjungkan dirinya. Beliau adalah orang yang rendah hati, dan setelah penerbangannya ke Bulan pun beliau tetap demikian, sebagaimana ia sebelumnya.”

In the end, the man who stepped his foot on the moon was completely down-to-earth.

Rest in peace, astronaut!

A. N.
Institut Teknologi Bandung

Perspektif’s Contributor

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s