Mungkin sebagian pembaca disini berpikir bahwa hewan atau binatang selain manusia adalah makhluk yang tidak berakal dan tidak berperasaan. Hewan tidak mempunyai aturan, sehingga dapat berbuat sekehendak hatinya seperti membunuh sesamanya. Bahkan jauh di abad ke-16, matematikawan dan filsuf Rene Descartes berpikir bahwa binatang hanyalah sebuah mesin berdarah merah yang tidak mempunyai pikiran ataupun harapan.

Faktanya, hewan juga mempunyai proses berpikir, perasaan, koneksi sosial, dan bahkan empati terhadap sesamanya. Walaupun tidak sekompleks logika dan perasaan manusia. Ya, setiap makhluk hidup (termasuk manusia) sedari kecil pada dasarnya baik. Hal tersebut karena mereka mempunyai INNATE SENSE OF MORALITY sedari lahir untuk dapat membedakan mana yang baik dan yang buruk. Bayi atau balita tidak akan mungkin membunuh, menembakkan senjata, atau bahkan mengebom sesamanya, jika tidak didoktrin oleh suatu ajaran tertentu yang terorganisir sedari kecil.

Bahkan kucing yang tidak dapat membaca kitab suci agama manapun dalam video diatas masih mengerti tentang cinta dan empati terhadap sesamanya.

Jadi, apa anda masih berpikir bahwa orang-orang yang tidak beragama adalah orang-orang yang tidak bermoral ?

Think again!

Justru orang-orang beragama, namun tidak mempunyai empati terhadap sesamanya lah yang lebih berbahaya bagi kehidupan dan kesejahteraan kita semua. :

You don’t need religion to have morals. if you can’t determine right from wrong, then you LACK EMPATHY, NOT RELIGION.”

@ Perspektif

All Rights Reserved


Sources:

www.livescience.com/24800-animals-emotions-morality.html

news.nationalgeographic.com/2015/07/150714-animal-dog-thinking-feelings-brain-science/

www.independent.co.uk/news/world/do-animals-have-morals-and-show-empathy-9940632.html

www.cbc.ca/natureofthings/episodes/born-to-be-good-1

edition.cnn.com/2014/02/12/us/baby-lab-morals-ac360/

Sumber gambar: http://hdwallpapersrocks.com/wp-content/uploads/2013/09/lion-good-buddies-animal.jpg

Leave a Reply

%d bloggers like this: