#YourAnswer: Kohlberg – Moral Development Theory

Sebentar, sebelum lanjut ke teori, saya beritahu sedikit mengenai pemilik teori ini, yaitu Lawrence Kohlberg. Kohlberg adalah seorang professor psikologi pendidikan dan psikologi sosial di Harvard dari tahun 1968 sampai dengan 1987 setelah sebelumnya menjadi asisten professor di University of Yale dan University of Chicago. Teori yang akan dibahas sekarang merupakan hasil dari disertasinya yang berjudul “The Development of Modes of Thinking and Choices in Years 10 to 16” yang dibuat tahun 1958.

Kohlberg dalam penelitiannya menggunakan metode wawancara yang unik untuk melihat tahap perkembangan moral seseorang. Ia biasanya menggunakan cerita-cerita dengan moral dilemmas. Dari jawaban interviewee dengan beberapa cerita moral dilemmas, ia akhirnya menjelaskan tiga tingkatan moral thinking yang di setiap tingkatannya terdapat dua tahap. 


Jadi mau tahu apa saja tingkatan dan tahapannya?

  1. Preconventional reasoning : ini merupakan tingkatan yang paling bawah dimana baik buruknya sesuatu bergantung pada reward dan punishment eksternal yang menyertainya.
    1. Tahap 1 : Heteronomous morality. Di sini dijelaskan bila anak pada tingkatan ini masih terikat dengan suatu hukuman. Seseorang akan lebih menyukai untuk menghindari suatu hukuman dan tanpa ragu-ragu menghormati pihak otoritas. Contoh : seorang anak akan patuh karena mereka takut terhadap hukuman saat mereka tidak patuh.
    2. Tahap 2 : Individualism, instrumental purpose, and exchange. Orang pada tahap ini biasanya berpikir bahwa jika ia berlaku baik dengan orang lain, maka orang lain akan berlaku baik dengannya. Tetapi harus ditekankan, bahwa sebenarnya pertukaran yang dimaksud lebih bersifat pragmatis. Pembalasan yang dimaksud biasanya seperti contoh di atas, pukul balas pukul, garuk balas garuk, bukan pembalasan yang berhubungan dengan keadilan, loyalitas, dan sebagainya.
  2. Conventional reasoning: merupakan tingkatan kedua dimana seseorang pada tingkatan ini mulai mengaplikasikan standar yang ada. Namun standar tersebut masih berupa standar yang dibuat oleh lingkungan seperti orang tua atau pemerintah.
    1. Tahap 3 : Mutual interpersonal expectations, relationships, and interpersonal conformity. Orang pada tahap ini biasanya memiliki rasa percaya, loyalitas, dan peduli yang didasari oleh moral judgments. Contoh : seorang anak berperilaku seperti yang dinasehati orang tuanya agar dapat dinilai sebagai ‘anak baik’ oleh orang tuanya.
    2. Tahap 4 : Social systems morality. Tahap ini sebenarnya mirip dengan tahap sebelumnya, namun moral judgments yang dimaksud biasanya berasal dari hukum, tuntutan sosial, kewajiban, dan lain-lain. Contoh : orang pada tahap ini akan beranggapan bahwa perilakunya benar apabila telah mengikuti hukum yang ada di masyarakat. (Catatan : Biasanya orang-orang berada pada tahap 4 ini, jarang ada bisa melanjutkan ke tahap-tahap berikutnya.)
  3. Post conventional reasoning : merupakan tingkatan tertinggi yang menjelaskan bahwa seseorang pada tingkatan ini akan mengenali moral-moral yang lain, mencari pilihan-pilihan, dan pada akhirnya memilih moral untuk dirinya secara personal.
    1. Tahap 5 : Social contract or utility and individual rights. Pada tahap ini seseorang akan melihat bahwa hak asasi manusia, prinsip dan nilai-nilai adalah hal yang melampaui hukum. Mereka akan mengevaluasi hukum yang ada. Menurut mereka, sistem sosial pun dapat diuji sejauhmana sistem tersebut melestarikan dan melindungi hak-hak asasi manusia.
    2. Tahap 6 : Universal ethical principles. Orang yang telah mencapai tahap ini seseorang memiliki standar moralnya sendiri yaitu hak asasi manusia yang universal. FYI, orang-orang pada tahap ini sangat sedikit, contohnya adalah Mahatma Gandhi.

Namun, tidak semudah itu mengkategorikan seseorang pada tahap tertentu, Kohlberg sendiri bahkan tidak memberikan batasan umur. Satu lagi, mengkategorikannya pun tidak berdasarkan perilaku yang muncul, tetapi berdasarkan maksud dan tujuan orang itu melakukannya. Maksud dan tujuan yang paling mendasari dari perilaku tersebut.

Kalau memang dirasa mudah, coba saja pikirkan kasus ini :
“Lawrence Kohlberg adalah seseorang yang mencetuskan Moral Development Theory. Ia meninggal dengan cara menenggelamkan diri di pelabuhan Boston setelah memarkirkan mobilnya dan meninggalkan dokumen-dokumennya disana. Ia meninggal setelah berperang lama dengan depresi yang ia derita.”
Jawabannya : Ya gak tahu, kan saya belum pernah ngobrol sama Kohlberg.


Pertanyaannya, dalam salah satu pertanyaan Kohlberg di penelitiannya, terdapat pertanyaan seperti ini :

“Di Eropa, seorang perempuan sedang sekarat karena menderita salah satu jenis kanker yang langka. Hanya ada satu obat yang menurut dokter dapat menyalamatkan dia. Obat tersebut  adalah bentuk radium yang ditemukan seorang apoteker di kota yang sama baru-baru ini. Obat tersebut dibuat dengan sangat mahal, tetapi apoteker megambil untung kira-kira sepuluh kali lipat dari harga pembuatannya. Ia membayar $200 untuk radium tersebut dan menghargai $2.000 untuk dosis kecil obat tersebut. Suami dari perempuan tersebut, Heinz, pergi meminjam uang pada semua orang, hanya saja ia hanya mendapatkan uang sebesar $1.000 dimana uang tersebut hanya dapat membayar setengah dari harga obat. Ia mengatakan pada apoteker bahwa istrinya sekarat dan meminta si apoteker untuk menjual obat itu lebih murah atau membiarkan Heinz membayar sisa kekurangannya nanti. Akan tetapi, apoteker mengatakan, ‘Tidak, saya menemukan obat ini dan saya akan mengambil keuntungan dari sini.’ Dengan begitu Heinz yang putus asa dan akhirnya mencuri obat tersebut untuk istrinya.”

Menurutmu, siapakah yang bersalah dalam cerita ini?

(Perlu diingat bahwa tidak ada jawaban yang benar dalam cerita ini, tapi kamu tetap bisa mengungkapkan pendapatmu)

Jester @ Perspektif
All Rights Reserved


Sumber :
Life-Span Development oleh John W. Santrock

http://info.psu.edu.sa/psu/maths/Stages%20of%20Moral%20 Development%20According%20to%20Kohlberg.pdf

http://www.goodtherapy.org/famous-psychologists/  lawrence-kohlberg.html

Sumber gambar: http://lovejays.com/wp-content/uploads/2013/09/ istock-17422600-sign-dilemma_brick- 088574ac5f68c621831632091cb1b3b2bace2f19.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s