Miskonsepsi Teori Evolusi

Halo Perspekter! Kali ini Perspektif kembali menyajikan ilustrasi karya kontributor. Ilustrasi di bawah ini diadaptasi dari salah satu jawaban Resedivis_ di ask.fm Perspektif.


Infografis:
“Miskonsepsi Teori Evolusi” oleh Andrea

Pernah tidak kalian ditanya begini: “Kalau manusia berevolusi dari monyet, kenapa sekarang masih ada monyet?”. Atau mungkin “Bagaimana bisa monyet yang ada sekarang bisa berevolusi menjadi manusia?”. Kalau Perspekter sudah memahami teori evolusi, kalian bisa melihat bahwa pertanyaan seperti itu tidak masuk akal. Meskipun sudah banyak artikel yang meluruskan miskonsepsi demikian, tampaknya masih banyak yang menyamakan evolusi makhluk hidup sungguhan dengan evolusi Pokémon. Mungkin mereka mengira kalau monyet yang diberikan banyak Rare Candy akan tiba-tiba berubah menjadi manusia. Hmm…

Nah, Perspektif juga mendapatkan pertanyaan yang serupa belum lama ini di ask.fm. Pertanyaan tersebut dijawab oleh Resedivis_. Semoga tidak ada lagi ya yang bertanya seperti itu. Kami sudah bosan menjelaskan hal yang sama berulang kali :’)

Simak infografis di bawah ini agar kalian terhindar dari berbagai miskonsepsi mengenai teori evolusi!

miskonsepsi teori evolusi

Agustus 2016
Andrea
Perspektif’s Illustrator


Berikut adalah pertanyaan asli yang diajukan di ask.fm Perspektif beserta jawaban lengkap Resedivis_ terhadapnya.

Anon:
Bagaimana seekor monyet yng skrg ini ada, bisa berevulusi sbgai mnusia?! evolusi nggk bsa mnjlaskan bgmana mahkluk hidup ini ada, bsa mncul. Kata temenku evlusi udah dibantah, bagiku Al quran lah yg bnar dlm hal ini dsna udh dicantumkn dn it dtrunkan allah, dari tanah kembali ke tanah 🙂

Resedivis_:
Evolusi itu bukan dari Pichu – Pikachu terus jadi Raichu. Coba kamu kurangi main pokemon, terus baca baca tentang journal evolusi biar argumen2 kamu ke depannya bisa bikin kecapmu laris di page ini.

Dimana letak kesalahannya?

  1. Evolusi adalah perubahan populasi, tidak hanya pada “individu”.
  2. Manusia tidak berasal dari spesies monyet modern; baik monyet dan manusia adalah keturunan dari beberapa nenek moyang yang sudah lama punah. Meskipun spesies ini, jika hidup hari ini, akan dianggap sebagai “monyet”, mereka tidak sama seperti monyet modern manapun.
  3. Evolusi menjelaskan bagaimana manusia berkembang dari nenek moyang primata, tapi bukan spesies monyet atau kera yang masih ada. Primata modern termasuk: bonobo, simpanse, gorila, babon, kera, kukang, siamang, dan manusia. Tak satu pun dari primata modern adalah keturunan dari primata modern yang lain.
  4. Evolusi emang gak menjelaskan Origin of life tapi “Origin Of Species”. Apa perbedaanya? Monggo ditelaah disini ;http://scienceblogs.com/gregladen/2011/06/28/is-the-origin-of-life-differen

Dengan beberapa argumen misleading tsb, sudah jelas bahwa kamu kurang memahami bagaimana evolusi bisa “berjalan” sedemikian rupa dan bagaimana kamu kurang skeptis serta kritis dalam menanggapi pernyataan temanmu itu.

Lucu itu ketika kamu membawa hal hal transendental dalam melakukan rebuttal thdp hal yang sudah terbukti sahih dengan metodologi sains seperti ini. Nak, Sampai kapanpun Pseudosains tidak akan bisa “membantah” apalagi menjatuhkan teori sains. Dan setelah ini jangan bilang itu cuma teori :’)

Oke deh biar ga terlalu panjang, Al Quran itu paling benar dan Evolusi itu salah, lalu asumsikan bahwa DNA kita sangat mirip dengan;
Genteng : 94%
Batu Bata : 95%
Tembikar : 99,98%

Mari kita salaman dulu sama semua saudara kita, yuk!

– Resedivis_

Advertisements

2 thoughts on “Miskonsepsi Teori Evolusi

  1. Lucu itu ketika kamu membawa hasil metodologi sains dalam melakukan rebuttal terhadap hal2 transedental seolah keduanya saling eksklusif. Nak, sampai kapanpun hukum2 biologi tidak akan bisa “membantah”apalagi menjatuhkan teori fisika. Dan setelah ini jangan bilang pembantaian strawman seperti itu saintifik, apalagi bukti ketidakbenaran agama:’)

    Liked by 1 person

    1. Yang mulai bandingkan agama dengan ranah sains kan kaum theist, udah jelas satu bahasa filosofi hidup satu bahas fenomena alam, bedanya yang filosofi hidup maksain ke arah fenomena alam which is different

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s