Sains (Part 1 of 2)

Apakah sains itu?

Sains adalah upaya manusia bersama untuk memahami sejarah alam semesta dan cara kerjanya melalui bukti fisik yang dapat diamati sebagai dasar pemahaman tersebut. Hal ini bisa dilakukan melalui pengamatan atas fenomena alam atau melalui eksperimen yang menyimulasikan proses alam dalam kondisi yang terkendali (tentu saja ada definisi sains yang lebih baik).

Pertimbangkan beberapa contoh berikut. Seorang pakar ekologi mengamati perilaku teritorial blue birds, sedangkan seorang ahli geologi memeriksa distribusi fosil di suatu celah. Keduanya adalah ilmuwan (scientist) yang melakukan pengamatan untuk menemukan pola-pola dalam fenomena alam. Mereka hanya melakukannya di luar ruangan dan oleh karena itu menjadi tontonan bagi masyarakat umum. Astrofisikawan memotret galaksi yang jauh dan ahli klimatologi memilah data dari balon cuaca juga dapat dikatakan melakukan observasi.

Contoh-contoh di atas adalah sains observasional. Namun, ada juga sains eksperimental, seperti yang digambarkan berikut ini.

Seorang ahli kimia mengamati tingkat suatu reaksi kimia pada berbagai suhu, sementara seorang ahli fisika nuklir merekam hasil pemboman materi tertentu dengan neutron. Mereka juga adalah ilmuwan yang melakukan percobaan untuk melihat pola-pola yang muncul secara konsisten. Seorang ahli biologi yang mengamati reaksi suatu jaringan terhadap berbagai stimulan juga bereksperimen untuk menemukan pola perilaku jaringan tersebut. Mereka biasanya melakukan pekerjaan mereka di laboratorium dan memakai jas lab putih yang mengesankan.

Kesamaan penting dari contoh-contoh di atas adalah bahwa mereka—orang-orang yang membuat dan merekam pengamatan alam atau menyimulasikan alam— melakukannya untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana alam semesta, dalam arti luas, bekerja. Kita akan melihat bahwa salah satu tujuan utama mereka adalah menunjukkan bahwa gagasan-gagasan lama dari para ilmuwan abad yang lalu—atau mungkin hanya setahun yang lalu—salah dan bahwa ada gagasan baru yang lebih baik dalam menjelaskan alam semesta.


Jadi, mengapa ilmu pengetahuan?

~ Tinjauan dari perspektif individu ~

Mengapa semua orang yang dicontohkan di atas melakukan apa yang mereka lakukan? Dalam kebanyakan kasus, mereka mengumpulkan informasi untuk menguji ide-ide baru atau menyanggah yang lama. Seorang ilmuwan menjadi terkenal apabila ia menemukan hal baru yang mengubah cara kita memikirkan alam, baik itu penemuan spesies dinosaurus baru atau konsep baru yang menjelaskan bagaimana atom-atom saling terangkai. Banyak ilmuwan menemukan kegembiraan terbesar mereka melalui penemuan fakta-fakta yang sebelumnya tidak diketahui dan dapat menjelaskan masalah yang belum pernah dijelaskan, atau yang menjungkirbalikan beberapa ide yang sebelumnya diterima.

Itulah jawaban yang didasarkan pada prinsip-prinsip mulia, dan itu mungkin menjelaskan mengapa banyak orang mengambil sains sebagai jenjang karir. Pada tingkat pragmatis, orang juga mengkaji sains untuk mendapatkan gaji mereka. Profesor di universitas dan perguruan tinggi diharuskan melakukan penelitian yang memberikan kontribusi baru terhadap ilmu pengetahuan sebagai bagian kontrak kerja mereka. Jika tidak, mereka akan kehilangan pekerjaan mereka, atau setidaknya mereka tidak mendapatkan kenaikan gaji.

Para ilmuwan juga bisa bekerja untuk suatu perusahaan dan dibayar untuk menemukan pengetahuan baru tentang, misalnya, bagaimana bahan kimia tertentu mempengaruhi pertumbuhan kedelai atau bagaimana minyak dapat terbentuk jauh di dalam bumi. Para ilmuwan dibayar lebih besar di perusahaan, tetapi mereka mungkin bekerja dalam ketidakjelasan karena hasil penelitian mereka dirahasiakan oleh atasan mereka untuk pengembangan produk baru atau teknologi. Bahkan, orang-orang di perusahaan besar mengkaji sains—dalam arti mereka mempelajari hal-hal baru—tetapi mungkin membutuhkan bertahun-tahun sebelum pekerjaan mereka menjadi sains dalam arti memberi kontribusi bagi pengetahuan manusia di luar dinding perusahaan raksasa itu.


Mengapa sains?

~ Tinjauan dari perspektif masyarakat ~

Jika ilustrasi di atas membantu menjelaskan mengapa seseorang terjun dalam bidang sains, mungkin kita masih bertanya-tanya mengapa masyarakat dan negara membayar orang-orang untuk mengkaji sains. Mengapa masyarakat mencurahkan beberapa sumber daya untuk urusan pengembangan pengetahuan baru tentang alam semesta? Apakah yang memotivasi para ilmuwan untuk mengabdikan hidup mereka demi mengembangkan pengetahuan baru ini?

Salah satu jawabannya terletak pada keinginan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Ahli genetika mencoba untuk memahami bagaimana kondisi tertentu diwariskan dari generasi ke generasi, sementara ahli biologi menelusuri jalur di mana penyakit dapat ditularkan. Mereka secara jelas mencari informasi yang dapat memperbaiki kehidupan orang-orang awam. Pakar-pakar bumi mengembangkan model yang lebih baik untuk prediksi cuaca atau bahkan prediksi gempa bumi, tanah longsor, dan letusan gunung berapi dengan tujuan mencari pengetahuan yang dapat membantu menghindari bencana yang telah melanda umat manusia selama berabad-abad. Setiap masyarakat yang prihatin dengan kesejahteraan rakyatnya—paling tidak masyarakat demokratis—akan mendukung upaya seperti ini untuk kehidupan masyarakat yang lebih baik.

Jawaban lainnya ada pada keinginan masyarakat untuk meningkatkan pembangunan ekonomi. Banyak ilmuwan mengabdikan pekerjaan mereka untuk menemukan cara yang lebih efisien atau lebih efektif untuk menemukan atau memulihkan sumber daya alam seperti minyak dan batu bara. Ilmuwan di bidang tumbuh-tumbuhan mencari strain atau spesies tanaman berbuah untuk dibudidayakan, yang pada akhirnya meningkatkan output pertanian yang bergizi dan memperkaya bangsa. Kimiawan mengembangkan zat kimia baru dengan aplikasi teknologi, sementara fisikawan mengembangkan fenomena baru seperti superkonduktivitas yang juga mengembangkan pengetahuan yang dapat memacu pembangunan ekonomi. Dalam dunia di mana negara-negara semakin melihat diri mereka tengah terjebak dalam persaingan ekonomi, dukungan sains adalah investasi masa depan demi kemajuan ekonomi negara.

Jawaban lainnya terletak pada bagaimana tingkatan pengendalian diri manusia atas planet ini dan lingkungannya. Banyak hasil penelitian ilmiah yang bertujuan untuk memahami bagaimana racun dan limbah masyarakat melewati air, tanah, dan udara, sehingga berpotensi merugikan kita sendiri. Banyak juga yang telah dilakukan para ilmuwan untuk memahami bagaimana perubahan yang diakibatkan oleh manusia terhadap atmosfer dan lautan mengubah iklim dan membatasi sumber makanan dan air. Dalam arti ini, sains berupaya untuk mengembangkan petunjuk manual yang dibutuhkan manusia seiring pertambahan jumlah penduduk, yang mana tanpa disadari mungkin akan mengambil kendali dari ekosistem global dan sejumlah ekosistem lokal.

Terakhir, masyarakat mendukung sains karena rasa ingin tahu yang sederhana dan karena kepuasan dan pencerahan yang berasal dari pengetahuan mengenai dunia di sekitar kita. Beberapa dari kita memperoleh manfaat ekonomis dari pengetahuan bahwa cahaya yang kita lihat di langit malam yang cerah telah meninggalkan bintang-bintang ribuan bahkan jutaan tahun yang lalu, sehingga kita bisa mengamati cahaya seperti itu sebagai akibat dari kejadian masa lalu yang sangat lampau. Namun, kekaguman, perspektif, dan bahkan ketenangan yang berasal dari pengetahuan itu mungkin lebih berharga bagi beberapa orang. Demikian juga, beberapa dari kita memperoleh kesejahteraan fisik lebih besar dari hanya menyaksikan aliran yang mengalir dan dari refleksi pada siklus air—di mana air yang mengalir berasal laut yang jauh, kemudian menjadi awan yang mengambang di langit yang menghasilkan hujan dan badai, dan pada akhirnya jatuh kembali memenuhi saluran sungai yang bisa kita amati.

Bagaimanapun, keterkaitan yang berasal dari pengetahuan tersebut memperkaya pemahaman kita tentang dunia dan kehidupan kita dalam cara yang sangat berharga. Dengan mengetahui bahwa cahaya matahari dan air sumur tidak ada di dunia ini semata-mata demi menguntungkan manusia, kita melihat analogi yang mengimplikasikan bahwa kehadiran setiap manusia tidaklah semata-mata untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan kita. Ketika manfaat yang tak berwujud seperti ini digabungkan dengan sesuatu yang lebih nyata sebagaimana diuraikan di atas, maka tidak mengherankan bahwa sebagian besar masyarakat modern mendukung penelitian ilmiah untuk peningkatan pemahaman kita tentang dunia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s