Exoplanet 101

Kita semua* tahu bahwa matahari kita merupakan sebuah bintang yang dikelilingi oleh delapan planet. Pernahkah kalian melamun ingat mantan gabut lalu bertanya-tanya, apakah bintang lain juga punya planet? Apakah ada tata surya selain Tata Surya kita? Jawabannya ya ada. Biasanya disebut sebagai Exoplanet.


Apa itu exoplanet?

Exoplanet atau extrasolar planet atau planet ekstrasurya adalah planet yang mengelilingi bintang selain matahari. Saat ini, sudah terdapat 3476 exoplanet ditemukan, yang tersebar pada 2600 sistem keplanetan (tata surya), di mana 590 di antaranya adalah sistem multiplanet seperti tata surya kita.

Bagaimana astronom menemukan exoplanet?

Ada beberapa metode yang digunakan oleh para astronom untuk menemukan exoplanet. Dua metode yang populer adalah metode kecepatan radial dan metode transit.
Warning: (supposed to be) simplified technicalities ahead! Read (or skip) at your own risk!

Metode kecepatan radial adalah suatu metode untuk menemukan exoplanet dengan meneliti variasi kecepatan radial suatu bintang (…no sh*t Sherlock). Jadi, sebuah bintang yang memiliki planet sebenarnya tidak diam di tempat, tetapi juga bergerak karena gravitasi planet yang mengelilinginya (karena sebenarnya planet bukan mengelilingi bintang, tetapi planet dan bintang mengelilingi pusat massa di antara keduanya). Dari pergerakan bintang ini, ilmuwan dapat merekam dan meneliti perubahan garis spektrum bintang, yang berasal dari kecepatan radial bintang (ie. kecepatan mendekat dan menjauh, bukan kecepatan bergerak ke kanan-kiri) karena adanya efek Doppler.

Nah, dengan metode ini, sampai sekarang ilmuwan sudah mendapatkan 677 exoplanet yang sudah terkonfirmasi.
Metode yang kedua, metode transit, adalah metode deteksi exoplanet yang paling produktif saat ini dengan perolehan 2652 planet. Pernah dengar transit Venus atau transit Merkurius? Nah, metode ini mengandalkan peristiwa transit planet seperti itu. Ketika transit Venus, kamu dapat melihat Venus melintas di depan Matahari jika dilihat dari Bumi. Transit exoplanet juga seperti itu. Bedanya, kita tidak bisa melihat secara nyata planet itu melintas di depan bintang seperti kita melihat transit Venus, bahkan dengan teleskop sekalipun (untuk saat ini), karena besar tampak bintang dari Bumi itu sangat kecil amat sangat kecil sekali.

Nah, untuk mendeteksi transit planet ini, ilmuwan merekam kecerlangan suatu bintang pada suatu kurva. Ketika suatu planet mengalami transit, ie. melintas di depan bintang, maka kecerlangan bintang itu akan menurun (meredup). Intinya seperti itu, walaupun realitanya tidak semudah itu. Hal itu karena peredupan suatu bintang bisa terjadi karena banyak hal. Selain kedua metode di atas, ada beberapa metode lain seperti metode pencitraan langsung (direct imaging), pulsar timing, astrometri, dan gravitational microlensing. Oiya, kamu juga dapat berpartisipasi dalam pencarian exoplanet lho!
Coba kunjungi planethunters.org, di sana kamu dapat mencoba mengidentifikasi transit exoplanet dari data kecerlangan bintang yang diambil oleh teleskop Kepler. Apalagi kalau kamu bingung dengan penjelasan di atas, kamu bisa mengikuti tutorialnya kok!


Apa sih pentingnya mencari exoplanet?

Selama ini, pengetahuan astronom tentang fisika planet didapatkan hanya dari planet-planet di tata surya kita. Dengan penemuan exoplanets dengan variasi properti yang dimilikinya, para astronom dapat mempelajari fisika planet dalam konteks yang lebih universal. Astronom juga dapat mempelajari evolusi sistem keplanetan dari sistem-sistem yang telah ditemukan, sehingga juga dapat lebih memahami evolusi tasya surya kita sendiri.

Dan tentu saja, kita ingin mencari ‘kembaran Bumi’.


Oke, ini salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan kepada astronom (dan calon astronom alias mahasiswa astronomi): Apakah ada bumi-bumi lain di luar sana?

Sampai sekarang, satu-satunya planet yang kita ketahui untuk mendukung kehidupan adalah Bumi, Tetapi, apakah Bumi benar-benar planet satu-satunya yang terdapat kehidupan? Apakah Bumi sangat spesial? Ini mungkin menjadi pertanyaan paling menarik yang mendorong pencarian planet-planet di luar tata surya. Menurut Planetary Habitability Laboratory, saat ini sudah terdapat 42 kandidat exoplanet yang mirip Bumi.

Apakah planet-planet tersebut memiliki kehidupan di dalamnya tentu masih belum dapat dikonfirmasi. Kemiripan planet-planet tersebut dilihat dari properti planet itu (massa, ukuran, jarak dari bintang induk, dan lain-lain) bintang induknya (ukuran, kelas, dan lain-lain).

Lalu dampak ditemukannya exoplanet bagi kehidupan manusia apa?

Hmmmm. Selain bertambahnya pemahaman manusia atas alam semata, (untuk saat ini) tidak ada. “Dalam hal ini astronomi dan astrologi tidak jauh berbeda. Mereka sama-sama tidak menentukan nasib manusia.” Just kidding.

The above joke is kinda wrong though, because astronomy does affect your life. Dari sistem kalender sampai kemajuan teknologi secara spin-off yang awalnya didorong oleh kebutuhan untuk penelitian, ataupun survei asteroid dekat Bumi yang bisa jadi mengancam –atau berpotensi dapat dimanfaatkan oleh– manusia. Luar angkasa –termasuk exoplanet– adalah tujuan masa depan manusia. Kalau manusia masih eksis 5 miliar tahun lagi, maka mereka harus bermigrasi karena evolusi matahari akan membuat Bumi tidak lagi mendukung kehidupan. Kalau.

Tetapi kalau di planet tujuan migrasi itu sudah ada kehidupan, bukankah kita akan menjadi penjajah?

Well, this is another story for another time, maybe….

Kesadaran akan adanya dunia-dunia lain selain Bumi kita ini dapat menjadi pengalaman ‘spiritual’ bagi kita, regardless of our faith and religion. Eksistensi manusia dan segala kebisingan kehidupan semuanya terjadi pada suatu debu kecil di alam semesta yang luas ini.

Sebagai penutup, berikut kutipan speech oleh Carl Sagan dari bukunya, Pale Blue Dot:

It has been said that astronomy is a humbling and character-building experience. There is perhaps no better demonstration of the folly of human conceits than this distant image of our tiny world. To me, it underscores our responsibility to deal more kindly with one another, and to preserve and cherish the pale blue dot, the only home we’ve ever known.

 

A. N.
Institut Teknologi Bandung
@ Perspektif
All Rights Reserved


Catatan kaki:

* Kecuali flat-earther, nuff said.

Sumber dan tautan eksternal:

Fischer, D. A., Howard, A. W., Laughlin, G. P., Macintosh, B., Mahadevan, S., Sahlmann, J., & Yee, J. C. (2015). Exoplanet detection techniques. arXiv preprint arXiv:1505.06869.

The Habitable Exoplanets Catalog – Planetary Habitability Laboratory @ UPR Arecibo. (n.d.). Retrieved 23 July 2016, from http://phl.upr.edu/projects/habitable-exoplanets-catalog

Exoplanets Catalog – The Extrasolar Planets Encyclopaedia. Retrieved 23 July 2016, from http://exoplanet.eu/catalog/

Planet Hunters – A Zooniverse Project. https://www.planethunters.org/

Sumber gambar:

www.http://guardianlv.com/wp-content/uploads/2014/02/Exoplanet_no_HUD_by_mickare.jpg

 

Advertisements

2 thoughts on “Exoplanet 101

  1. Watch “Genius by Stephen Hawking | Season 1 Episode 2 | Are We Alone” on YouTube

    Mungkin video ini bisa sedikit membantu menjelaskan min hehe. Sorry but i can’t find a better version, because i watched it from tv hehe.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s