Logical Fallacies (Part 1 of 2)

Mampu berargumen dengan baik dengan cara menghindari kesalahan-kesalahan dalam berlogika adalah hal yang sangat berharga. Di masa ini, banyak orang yang terbuai dengan kata-kata indah yang dilontarkan orang terkenal yang ternyata mengandung kesesatan logika. Tidak kritis membuat kita rentan ditipu oleh mereka yang pandai bermain bahasa.

Kesesatan logika (logical fallacy)—atau kesalahan penalaran—bisa terjadi pada siapa saja, umumnya karena telah terbiasa dan diterima begitu saja oleh orang yang mendengarnya. Secara garis besar, kesesatan logika dibagi menjadi dua: formal dan informal.


1. Formal

Kesesatan formal terjadi ketika bentuk penalaran yang digunakan tidak tepat. Kesesatan ini tidak memperhitungkan apakah premisnya benar atau tidak; yang diperhitungkan adalah struktur penalarannya yang salah.


2. Informal

Kesesatan informal adalah argumen yang tidak keliru secara struktur, tetapi keliru dalam hal alasan yang digunakan dalam argumen tersebut. Kebanyakan kesesatan logika yang terjadi bersifat informal. Berikut adalah beberapa kesesatan informal yang sering terjadi:

  • Argumentum ad ignorantiam (argument from ignorance)
    Kekeliruan yang terjadi karena menganggap sesuatu benar karena belum dibuktikan salah, atau sebaliknya.
    Contoh:

    • Karena tidak ada yang bertanya, berarti dianggap sudah mengerti.
    • Karena diam, berarti sama saja mengatakan ya.
    • Selama tidak ada bukti bahwa Tuhan ada, berarti Tuhan pasti tidak ada.
  • Moving the goalpost
    Kesalahan logika yang terjadi ketika salah satu pihak yang awalnya memiliki argumen berlawanan pada akhirnya sepakat dengan argumen lawan tetapi dengan mengganti standar yang ia gunakan. Hal ini dilakukan oleh yang kalah berargumen dalam upaya untuk menyelamatkan muka.
    Contoh:

    • Dalam debat antara evolusionis dan kreasionis, kreasionis meminta evolusionis memberi contoh apa yang sedang berkembang (berevolusi) saat ini. Ketika contoh diperlihatkan, pihak kreasionis mengubah standar maksud kata ‘berkembang’ yang mereka minta untuk dibuktikan.
  • Red herring
    Kesalahan berargumen di mana topik yang tidak relevan disajikan dalam upaya mengalihkan perhatian dari masalah asli.
    Contoh:

    • Topik A sedang dibahas. Tiba-tiba topik B diikutsertakan dengan kedok topik B tersebut berhubungan dengan topik A (Padahal topik B tak berhubungan dengan masalah asli). Topik A menjadi terlupakan, orang-orang teralihkan perhatiannya ke topik B.
  • False analogy
    Kesalahan dalam menggunakan analogi (membandingkan benda atau ide-ide yang memiliki karakteristik serupa) untuk mendukung argumen, tetapi kesimpulan yang dibuat tidak didukung karena karakteristik hal-hal yang dibandingkan tersebut sesungguhnya berbeda.
    Contoh:

    • Alam semesta seperti jam tangan. Sebuah jam tangan pasti ada pembuatnya. Karena itu, sama seperti jam tangan, alam semesta pasti ada penciptanya.
    • DNA adalah kode. Sebuah kode membutuhkan kecerdasan. Karena itu, DNA dibuat melalui kecerdasan.
  • Straw man
    Merepresentasikan lawan bicara dengan tidak sebenarnya. Straw man diciptakan dengan maksud agar orang-orang ikut menyerang posisi lawan sehingga ia dapat dikalahkan dengan mudah. Padahal sosok straw man tidak menggambarkan posisi lawan yang sesungguhnya.
    Struktur:

    1. A menyampaikan posisi X.
    2. B, sebagai lawan A, mengabaikan beberapa poin X tersebut dan justru menyerang posisi Y (versi menyimpang dari posisi X). Posisi Y bisa dimunculkan melalui beberapa cara, seperti:
      • menyajikan posisi lawan secara keliru.
      • mengutip kata-kata lawan diluar konteks argumen.
      • menyerang pembela terlemah posisi X dengan dan menyangkal argumen dia, sehingga menimbulkan kesan bahwa semua pembela posisi X telah dikalahkan.
      • menciptakan sosok fiktif pembela posisi X yang kemudian dikritik, demgan menyiratkan bahwa orang tersebut merupakan sosok penting pembela posisi X.
      • menyederhanakan argumen lawan sehingga tidak lagi sesuai dengan maksud sebenarnya, kemudian menyerang versi yang disederhanakan ini.
    3. B menyerang posisi Y dan menganggap posisi X telah dipatahkan.Contoh lainnya:
      A mempercayai evolusi. B menuduh A menyetujui bahwa nenek moyang manusia adalah monyet. Si B lalu mencoba mematahkan pernyataan A dengan mempertanyakan mengapa monyet masih ada jika nenek moyang manusia adalah monyet.

      Intinya, straw man adalah upaya mencitrakan lawan bukan dengan posisi aslinya, kemudian menyerang citra tersebut, bukannya argumen asli lawan.

  • Argumentum ad hominem
    Kesesatan yang terjadi ketika seseorang menyerang orang yang menyampaikan argumen, bukan argumen itu sendiri. Ad hominem dibagi menjadi dua: abusive (menyerang pribadi yang menyampaikan argumen) dan circumstancial (menyerang dengan alasan kelompok atau lingkungan asal orang yang menyampaikan argumen). Abusive ad hominem biasanya melibatkan jenis kelamin, karakteristik fisik, sifat, atau kondisi psikologis.
    Contoh abusive ad hominem:

    1. Ani baru saja belajar menyetir mobil. Mesin mobil Bambang rusak, lalu Ani memberi pendapat mengenai kerusakan mobil tersebut. Pendapat Ani tidak dipedulikan oleh Bambang.Disebut sesat karena meskipun Ani baru saja belajar menyetir, bisa saja ia mengerti betul tentang mesin mobil.

      Contoh circumstancial ad hominem:

      1. Ani berasal dari suku X
      2. Pak Dosen tidak suka dengan orang suku X
      3. Ani tidak diluluskan oleh Pak Dosen dengan alasan Ani adalah anggota suku X.

Circumstancial ad hominem biasanya terjadi atas dasar suka-tak suka, kepentingan kelompok, atau hal SARA lainnya. Contoh lain:

  • Saya tidak setuju dengan apa yang dikatakan Ani karena Ani bukan orang Islam.
  • Jangan dengarkan pendapat dia karena dia homoseks.

Intinya, ad hominem terjadi ketika seseorang berusaha mematahkan argumen lawan dengan cara menyerang lawannya secara personal. Padahal, belum tentu apa yang ia katakan salah.

  • Argumentum ad lapidem
    Kesesatan karena menyatakan bahwa suatu argumen tidak masuk akal tanpa menjelaskan alasannya.
    Contoh:
    A: X benar.
    B: Itu konyol!
    A: Mengapa?
    B: Jelas, itu konyol.
  • Argumentum ad verecundiam (argumentum ad auctoritate/appeal to authority)
    Kesesatan yang menganggap bahwa suatu klaim, argumen, atau pernyataan adalah benar karena yang menyatakan tersebut adalah orang terkenal atau ahli di bidang tersebut.
    Strukturnya:

    • A menyatakan posisi X dalam bidang Q
    • A terkenal ahli dibidang Q.
    • X pasti benar.
      Contoh:

      • Apa yang dikatakan profesor itu pasti benar.
      • Apa yang dikatakan ulama itu pasti benar.
  • Post hoc, ergo propter hoc
    Secara harfiah artinya: “setelah ini, karena itu karena ini”. Kesesatan ini terjadi ketika—pada dua kejadian yang terjadi secara berurutan—kejadian pertama dianggap sebagai penyebab kejadian kedua.
    Struktur:
    X terjadi sebelum Y. Oleh karena itu, X menyebabkan Y.
    Contoh:

    • Ayam berkokok, kemudian matahari terbit. Matahari terbit karena ayam berkokok.
    • Wanita memakai celana pendek, kemudian terjadi gempa. Gempa terjadi karena wanita memakai celana pendek.
  • Argumentum ad populum (appeal to majority)
    Kesesatan yang menganggap bahwa hanya karena suatu klaim dipercaya oleh mayoritas orang, klaim tersebut benar. Biasanya digunakan di iklan-iklan.
    Struktur:

    • Mayoritas orang percaya X.
    • X benar.
      Contoh:

      • Islam agama mayoritas di Indonesia, berarti Islam benar.
      • Delapan dari sepuluh wanita memilih shampoo A, mengapa anda tidak?
      • Mayoritas orang yang merokok sehat-sehat saja.

Memang banyak argumen benar yang populer, tetapi argumen tersebut bukan benar karena diterima banyak orang. Intinya, yang dipercaya oleh banyak orang belum tentu benar, dan sebaliknya.

  • Argumentum ad antiquitatem (appeal to tradition)
    Kesesatan yang terjadi karena menganggap sesuatu adalah benar atau lebih baik karena telah dilakukan sejak dahulu (sudah menjadi tradisi).
    Struktur:

    • X selalu dilakukan.
    • X benar.
      Contoh:

      • Sejak berabad-abad lamanya tembakau telah digunakan sebagai bagian dari pengobatan di Amerika kuno. Karena itu, tembakau pasti baik.
      • Orang tua kita dari dulu menggunakan metode ini. Karena itu, lebih baik kita juga menggunakan metode ini.
  • Argumentum ad novitatem (appeal to novelty)
    Kesesatan yang menganggap bahwa sesuatu yang baru pasti lebih baik.
    Struktur:

    • X baru.
    • Hal yang baru adalah yang lebih baik.
    • X pasti lebih baik.
      Contoh:

      • Jika Anda ingin kurus, lebih baik pakai metode baru iniA
      • Ayo update software Anda ke versi yang baru supaya lebih bagus!
      • Mari kita wujudkan pemerintahan baru!
  • Circular reasoning
    Kesalahan logika yang berputar; premis awal yang disajikan menjadi alasan terakhir benarnya premis tersebut.
    Contoh: Alkitab bersifat sempurna

    1. Kenapa Alkitab sempurna? Karena alkitab adalah firman Tuhan
    2. Dari mana kamu tahu kalau alkitab adalah firman Tuhan? Karena tertulis di Alkitab
    3. Mengapa kamu percaya dengan apa yang tertulis di alkitab? Karena Alkitab itu sempurna

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s