Bagaimana Cara Kerja Mesin Kendaraan Bermotor?

Sebelum Anda berangkat ke sekolah, kampus, atau kantor, pernah tidak Anda penasaran tentang keajaiban yang bisa terjadi dalam mesin yang membawa Anda ke tempat tujuan?

Ya, bagaimana cara kerja kendaraan bermotor yang tak pernah lepas dari kehidupan kita?

Well, tujuan mesin bermotor adalah mengubah energi kimia (bahan bakar) menjadi energi kinetik sehingga kendaraan dapat bergerak. Nah, proses pembakaran bahan bakar agar berubah menjadi energi kinetik terjadi di dalam sebuah mesin. Oleh sebab itu, kendaraan bermotor yang kita pakai sehari-hari sebenarnya adalah Mesin Pembakaran Internal, atau lebih dikenal sebagai Internal Combustion Engine (ICE).

Internal Combustion Engine merupakan penyempurnaan External Combustion Engine (ECE), yang melangsungkan pembakaran bahan bakar terjadi di luar mesin untuk menghasilkan uap. Uap tersebut kemudian menggerakkan turbin untuk menghasilkan gerakan roda. ECE terdapat pada kereta uap zaman dahulu dan lokomotif yang berbahan-bakar batu bara, kayu, atau minyak. Karena ICE lebih efisien daripada ECE (membutuhkan bahan bakar lebih sedikit untuk setiap jarak yang ditempuh), ICE sekarang lebih banyak digunakan pada kendaraan bermotor.

ICE dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan caranya mengolah bahan bakar, yaitu reciprocating, rotary, dan continuousRotary ICE hanya digunakan oleh kendaraan bermotor tertentu. Continous ICE biasanya digunakan sebagai gas turbine (mesin kapal, kereta api, tank), dan mesin roket atau pesawat terbang. Hanya reciprocating ICE yang banyak digunakan untuk mobil dan sepeda motor sehari-hari. Oleh sebab itu, artikel ini hanya akan membahas reciprocating ICE.

Reciprocating ICE dapat dibagi lagi menjadi tiga jenis berdasarkan langkah atau “tak” yang dilakukan: mesin 2-tak, 4-tak, dan 6-tak. Mesin 4-tak adalah yang paling umum digunakan. Empat langkah tersebut adalah:

  1. Intake/induction
    Katup masuk terbuka dan katup keluar tertutup. Piston kemudian turun ke bawah sehingga menyedot bensin dan udara dari karburator.
  2. Compression
    Kedua katup tertutup, lalu piston akan naik untuk mengkompresi campuran udara dan bensin dalam ruang pembakaran. Kompresi campuran dilakukan untuk memperoleh tenaga dan efisiensi yang lebih baik. Pada tahan ini, piston telah mencapai satu putaran penuh.
  3. Combustion/ignition
    Kedua katup tertutup. Busi yang berada di antara kedua katup menyala dan membakar campuran bensin dengan udara. Pembakaran tersebut menghasilkan tenaga untuk mendorong piston ke bawah.
  4. Exhaust
    Katup keluar terbuka dan katup masuk tertutup. Piston akan naik lagi untuk mengeluarkan gas buang hasil pembakaran. Pada tahap ini, piston telah mencapai dua putaran penuh.

Setelah langkah ke-4 selesai, mesin akan kembali ke langkah pertama dan meneruskan siklus kerjanya. Bagian bawah piston tersambung pada poros engkol atau crankshaft yang kemudian menggerakan roda kendaraan.

Dari penjelasan di atas, terlihat bahwa mesin 4-tak memerlukan dua putaran penuh untuk menyelesaikan pengolahan bahan bakar. Mesin yang diam (idle) biasanya berputar sekitar 1000 rpm (revolutions per minute). Jadi, setiap detik piston berputar sekitar 16 putaran.

Untuk mesin sepeda motor, biasanya hanya satu piston yang digunakan sehingga cc mesin (besar ruang pembakaran bahan bakar dan oksigen) hanya ratusan. Mesin mobil biasanya mempunyai empat, enam, atau delapan silinder piston (V4, V6, V8) sehingga cc mesin bisa mencapai ribuan.

September 2015
DJ Silvershare
All Rights Reserved

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s