Introduction to Gold Extraction

Emas, mungkin pada awalnya merupakan produk dari ledakan bintang karena pada awalnya telah ada ketika galaksi muncul, emas bisa dikatakan juga sebagai bagian dari debu yang berterbangan di jagat raya. Proses sintesisnya bisa dijelaskan kembali dengan keywords r-process.
Pada kenyataannya emas di dalam bumi berada pada inti bumi, emas bisa muncul ke permukaan karena terbawa oleh pergeseran lempeng dan atau hantaman asteroid beberapa juta tahun silam.

Emas atau aurum ditemui di alam sering dalam bentuk native logamnya. Pada dasarnya di permukaan bumi, emas memiliki jumlah teramat kecil sekitar 0.005 ppm dan di laut hanya 0.008-4 mg /m^3. Tetapi sering kali orang dapat mendulang emas dalam bentuk endapan di sungai, dan atau ditemukan singkapan emas dalam bentuk nuggetnya. Selain emas biasanya ditemukan logam lain berupa perak dan platinum. Beberapa mineral pengotor lain dalam bijih emas yakni pirit, silika, dan kalkopirit. Bijih emas dapat digolongkan dari prosesnya yakni bijih emas sulfida, refraktori, preg robbing, dan lain-lain. Tetapi terdapat bentuk lain emas seperti emas dalam bentuk refraktori yang membentuk ikatan dengan unsur lain seperti arsen.

Emas memiliki maleability (tingkat kelunakan) tinggi, satu gram emas konon dapat ditarik sepanjang 3 km. Oleh karenanya emas tidak akan pernah bisa dipakai sebagai bahan struktural. Namun emas menjadi bagian estetika pelapis ornamental gedung-gedung pada masa peradaban mesir kuno (gilding). Selain itu emas dipakai untuk membuat patung mini dengan cara dicor. Emas baru menjadi alat tukar pada abad ke 8 BC karena sifatnya yang lunak, biasanya emas dipadu dengan perak dan tembaga agar memiliki kekuatan dan warna yang lebih baik. Karena sifatnya yang cenderung inert terhadap kelembapan, air, asam, emas disebut logam mulia.
Larutan asam yang bisa melarutkan emas yakni aqua regia, campuran antara asam nitrat dan asam klorida. Penggunaan emas sebagai konduktor di komponen elektronik ini baru dipakai pada awal abad 20. Emas memiliki densitas sebesar 19.32 g/cm^3. Konsumsi emas paling besar ada pada penggunaan perhiasan. konon jika seluruh emas yang ada pada manusia ini dikumpulkan, hanya sebesar kubus dengan ukuran yang tidak mencapai 20 meter.


PROSES EKSTRAKSI

Emas yang telah terpisahkan dari mineral pengotornya dapat dilakukan pemisahan secara sederhana melalui panning atau pengayakan. Prinsip dari proses ini adalah pemisahan berdasarkan perbedaan densitas antara emas dan mineral pengotornya yang cukup tinggi. Biasanya pengotor pada emas aluvial adalah silika, clay, dan magnetite.
Jika emas belum dapat dipisahkan, diperlukan proses pengecilan ukuran bijih (kominusi) agar emas terpisah dari mineral lain. Bijih emas yang memiliki kadar ekonomis dilakukan proses penggerusan dengan menggunakan ball mill atau semi autogenous mill kemudian dilanjutkan ke proses berikutnya.

Amalgamasi emas adalah proses penyelaputan bijih emas yang telah terliberasi dengan menggunakan Hg (air raksa) agar terbentuk senyawa Au-Hg. Senyawa ini berbentuk cairan, proses terjadi dalam tabung yang disebut gelundung. Sebelum dimasukkan ke dalam gelundung, bijih emas terlebih dahulu dilakukan kominusi atau bersamaan dengan proses amalgamasi didalam gelundung. Bijih emas ini kemudian dipres, agar amalgam-nya terpisah. Pada proses berikutnya emas dipisahkan dari amalgam dengan cara menguapkan Hg. Proses penguapan berlangsung dalam retort, retort yang baik harusnya dilengkapi dengan kondensor agar Hg dapat terembunkan kembali. Emas yang terpisah kemudian dimurnikan agar didapat emas dengan kadar yang tinggi.

Proses pemisahan emas secara komersil dilakukan dengan cara sianidasi. Sianidasi adalah proses pelarutan bijih emas dengan menggunakan larutan sodium cyanide encer dengan bantuan oksidator agar terbentuk senyawa kompleks aurocyanide (AuCN)-. Proses berlangsung setelah dilakukan kominusi di dalam leach tank. pH dari slurry (campuran bijih dan larutan sodium cyanide) harus dijaga agar tetap basa, agar tidak terbentuk gas HCN yang berbahaya. Emas yang terlarut kemudian diadsorpsi dengan menggunakan karbon yang teraktivasi. Karbon yang mengandung emas kemudian dipisahkan emasnya dan direaktivasi kembali. Larutan kaya emas hasil pemisahan karbon kemudian dilakukan proses pengendapan emas dengan cara sementasi atau electrowinning. Dari hasil tersebut didapatkan bullion yang akan dimurnikan lagi untuk dipisahkan emas dan peraknya.

Hampir 50% dari emas hasil produksi indonesia merupakan produk sampingan dari hasil pemurnian logam tembaga. Konsentrat tembaga dari kalkopirit yang mencapai 31% tembaga biasanya mengandung emas hingga 31 gram/ton konsentrat. Disebut konsentrat, karena proses pengolahannya adalah konsentrasi bijih dengan 1% tembaga menjadi lebih dari 20% yang meliputi tahapan kominusi hingga konsentrasi flotasi.
Awalnya konsentrat ini diolah terlebih dahulu untuk dipisahkan tembaganya melalui proses peleburan. Proses peleburan ini menghasilkan tiga keluaran yakni terak, asam sulfat, dan tembaga mentah. Tembaga mentah yang telah melewati proses peleburan dimurnikan dengan proses electrorefining di dalam larutan asam sulfat. Setelah dilakukan proses electrorefining, didapat keluaran yakni tembaga dengan kemurnian 99,99% , lumpur anoda, dan tembaga sisa. Lumpur anoda ini kaya akan unsur tellurium, selenium, timbal, emas, perak, dan platinum group metals. Sayangnya belum ada industri pengolahan lumpur anoda di Indonesia, sehingga lumpur anoda ini hanya bisa dijual ke luar negeri.

Bonus :

Mokume-gane
adalah teknik pembuatan lembaran logam dari jepang yang menghasilkan pola berlapis dari berbagai campuran logam berharga. Awalnya mokume-game dipakai sebagai dekorasi untuk pedang, yang diciptakan oleh Denbei Shoami (1651-1728), sekarang dipakai sebagai bahan untuk membuat perhiasan berupa cincin.
Awalnya logam yang dipakai sebagai billet adalah logam logam lunak seperti emas, tembaga, dan perak serta paduannya. Seiring majunya ilmu proses dan teknik, logam logam lain yang diikutkan adalah titanium, platinum, besi, kuningan, nikel, dan berbagai logam/paduan logam lain dengan warna yang diinginkan. Pembuatan lembaran diawali dengan penumpukan logam-logam awal kemudian dipanaskan sehingga menyatu kuat. Kemudian billet lembaran tersebut dipotong dan ditempa agar didapatkan lembaran dengan pola yang diinginkan.

October 2015
By: Kucingterbang
@ Perspektif
All Rights Reserved


Sumber:
Habashi, Fathi. 1997. Handbook of Extractive Metallurgy Wolume 3. VCH: Germany.
Habashi, Fathi. 2005. Advances in Gold Processing : Gold – An historical introduction. p xxv-xlvii. Elsevier.
en.wikipedia.org/wiki/Mokume-gane
en.wikipedia.org/wiki/Electrowinning#Process
en.wikipedia.org/wiki/Copper_extraction_techniques

Sumber gambar:http://wi-images.condecdn.net/image/P6GN9DWQ3QW/crop/810

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s