Kalau kalian sering mengecek berita terbaru dalam sains, pastinya kalian sering mendengar tentang tren terbaru dalam genome editing (pengeditan genom): sistem CRISPR/Cas9. Teknik mutakhir tersebut kerap menjadi topik bahasan heboh di kalangan ilmuwan, terutama karena penggunaannya yang mudah dan biayanya yang relatif murah. Munculnya CRISPR sebagai alternatif pengeditan genom memungkinkan berbagai macam aplikasi, tetapi juga menuai kontroversi.

Sebentar… sebelum saya  lanjutkan, apa sih yang saya maksud dengan mengedit genom? Sederhananya, mengedit genom artinya mengubah kode genetik dalam sel suatu organisme. Dengan kata lain, pengeditan genom memungkinkan kita memodifikasi makhluk hidup sedemikian rupa dengan cara mengubah informasi genetik yang dimilikinya. Seperti teknik-teknik rekayasa genetika lainnya, pengeditan genom memungkinkan tercapainya hal-hal yang sebelumnya hanya bisa kita impikan, terutama yang berkaitan dengan karakteristik makhluk hidup, termasuk manusia.

Baru-baru ini, pengeditan genom manusia menjadi sorotan dalam penelitian ilmu hayati. Hal ini dimulai pada April 2015 setelah sekelompok peneliti di Cina melaporkan bahwa mereka telah mengedit genom embrio manusia menggunakan CRISPR/Cas9. Berikutnya, pada Februari 2016, peneliti di UK juga diberikan izin mengedit embrio manusia untuk tujuan penelitian. Belum lama ini—pada Juli 2016—lagi-lagi peneliti di Cina bahkan mengumumkan niat mereka melakukan percobaan klinis menggunakan sel-sel hasil modifikasi CRISPR/Cas9. Demikianlah cepatnya perkembangan aplikasi pengeditan genom manusia.

Namun—terlepas dari teknik yang digunakan—tentu saja perkembangan teknologi semacam ini tidak terlepas dari isu-isu etika, terutama kalau sudah berurusan dengan hidup manusia. Bolehkah kita memodifikasi kode genetik manusia? Bolehkah kita menciptakan individu manusia yang kode genetiknya sudah dimodifikasi sedemikian rupa? Akan menjadi seperti apa peradaban manusia nantinya? Regulasi seperti apa yang perlu ditetapkan untuk mencegah kejadian-kejadian yang tidak kita harapkan? Bagaimana pandangan masyarakat awam mengenai hal ini? Itu baru beberapa dari banyaknya pertanyaan yang perlu kita renungkan sebelum kita mengutak-atik informasi genetik manusia.

Bagaimana menurut Perspekter sendiri? Bolehkah kita mengedit genom manusia? Berikan pandanganmu di polling berikut!
Sebelum menjawab polling tersebut, ada baiknya kalau kamu menonton video berikut terlebih dahulu untuk memperoleh pandangan lebih luas mengenai pengeditan genom manusia:

Agustus 2016
Cosmos @ Perspektif
All Rights Reserved


Referensi:
http://www.nature.com/news/chinese-scientists-genetically-modify-human-embryos-1.17378
http://www.nature.com/news/uk-scientists-gain-licence-to-edit-genes-in-human-embryos-1.19270
http://www.nature.com/news/chinese-scientists-to-pioneer-first-human-crispr-trial-1.20302

Sumber gambar: http://www.nature.com/news/human-genome-editing-summit-to-sample-global-attitudes-1.18879

Leave a Reply

%d bloggers like this: