Dari Mana Datangnya Semua Ini Jika Tuhan Tidak Menciptakannya? (Part 1 of 2)

Kali ini saya membahas persoalan keberadaan dari sudut pandang “jika Tuhan tidak menciptakan kita”. Bagaimana dunia ini bisa ada jika bukan berawal dari Tuhan yang berfirman “Jadilah terang!”?

  1. Lahirnya alam semesta
    Sekitar 14 miliar tahun lalu, alam semesta mengalami ekspansi dari kondisi yang sangat padat dan panas. Peristiwa tersebut kita kenal sebagai Big Bang. Seiring terjadinya ekspansi, muncullah materi pertama di alam semesta yang sebagian besarnya adalah atom hidrogen. Materi yang dihasilkan dari Big Bang ini menyebar ke seluruh penjuru alam semesta seiring berlanjutnya ekspansi.Satu hal yang patut kalian ingat adalah bahwa Big Bang bukanlah ledakan. Big Bang adalah pengembangan ruang-waktu yang terjadi di seluruh bagian alam semesta dan masih berlangsung sampai saat ini.
  2. Bintang dan atom
    Tahukah kalian apa yang terbentuk ketika atom-atom hidrogen berkumpul akibat gravitasi mereka satu sama lain? Ya, hasilnya adalah bintang hidrogen yang salah satunya adalah matahari kita. Ketika bintang hidrogen terbentuk—yang sebetulnya hanyalah sebuah bola gas raksasa, bagian pusat bintang akan memiliki konsentrasi tinggi dan menghasilkan tekanan serta panas yang luar biasa. Tekanan tersebut mengakibatkan terjadinya reaksi fusi (penggabungan) hidrogen menjadi helium, dengan efek samping berupa suhu tinggi dan energi yang luar biasa besar. Seiring waktu, seluruh atom hidrogen yang bisa diubah menjadi helium akan habis dan bintang tersebut mati. Akhir sebuah bintang bisa bermacam-macam, tergantung seberapa masif bintang tersebut. Beberapa di antaranya adalah bintang helium yang ukurannya lebih kecil atau meledak sebagai supernova.Supernova adalah ledakan besar yang terjadi ketika sebuah bintang mati. Karena besarnya energi yang terlempar, reaksi inti atom-atom dalam bintang tersebut pun terjadi secara besar-besaran. Pada peristiwa itulah berbagai reaksi nuklir melahirkan unsur-unsur berat seperti besi dan emas.
  3. Planet
    Miliaran tahun setelah Big Bang dan bintang-bintang pertama telah lahir, mati, dan meledak, alam semesta mulai kaya akan berbagai unsur. Alam semesta yang awalnya hanya mengandung hidrogen sekarang telah dipenuhi unsur-unsur lain seperti oksigen, karbon, nitrogen, fosfor, dan silikon. Unsur-unsur tersebut mengambang begitu saja di ruang hampa. Sebagian di antara mereka mengambang di sekitar sebuah bintang sehingga mengorbit bintang tersebut. Wujud kumpulan unsur tersebut bervariasi dari awan gas kecil sampai batuan dengan komposisi yang berbeda-beda.Setelah beberapa ratus juta atau bahkan miliaran tahun, benda-benda angkasa dengan orbit yang stabil akan membentuk objek yang cukup besar yang mengandung berbagai macam unsur. Objek-objek tersebutlah yang kita sebut sebagai planet. Komposisi planet beragam: ada yang tersusun atas sebagian besar bahan padat seperti Bumi, tetapi ada juga yang sebagian besar penyusunnya berupa gas seperti Jupiter. Sementara itu, benda-benda angkasa lain yang tidak membentuk planet akan tetap mengorbit bintangnya, misalnya sebagai asteroid.
  4. Bumi, atmosfer, dan air
    Bumi pada dasarnya adalah planet yang berbahan dasar padat yang memiliki inti berupa besi cair panas. Seiring dengan stabilnya ukuran Bumi, unsur-unsur di dalamnya mengatur posisi berdasarkan beratnya. Unsur-unsur berat seperti logam akan turun ke dasar bumi, sementara gas-gas akan pergi ke bagian atas. Gas-gas inilah yang kemudian membentuk atmosfer Bumi. Beberapa ratus juta tahun setelah bumi terbentuk, suhu di permukaan Bumi menurun sehingga uap air di atmosfer bisa turun sebagai hujan. Turunnya hujan mengakibatkan suhu Bumi menurun lebih jauh sehingga lebih banyak hujan yang terjadi. Kejadian ini berlangsung terus menerus selama beberapa ratus juta tahun sampai suhu Bumi stabil di permukaan, meskipun intinya masih sangat panas sampai sekarang.
  5. Makhluk hidup
    Air dan lautan adalah komponen penting bagi kehidupan di Bumi. Berkat adanya air di permukaan, berbagai reaksi kimia bisa berlangsung. Didukung oleh berbagai energi yang menyambar permukaan bumi—mulai dari petir hingga radiasi—berbagai reaksi kimia terjadi di Bumi. Salah satu zat yang terbentuk akibat reaksi tersebut adalah asam amino yang merupakan komponen utama penyusun protein. Selain itu, terbentuk pula RNA yang merupakan bahan dasar kehidupan paling primitif berkat kemampuannya menyalin dirinya.Selanjutnya, selama beberapa miliar tahun Bumi dipenuhi oleh benda-benda berintikan RNA dan variannya yang mampu mereplikasikan dirinya sendiri, termasuk DNA. Lama-kelamaan struktur benda-benda ini semakin kompleks dan menjadi sebuah sel. Sel-sel kemudian berevolusi membentuk kehidupan multiseluler setelah miliaran tahun.
  6. Evolusi
    Keberadaan organisme multiseluler adalah babak baru bagi kehidupan di Bumi. Berbeda dengan evolusi dari asam amino hingga menjadi sel stabil yang memerlukan waktu miliaran tahun, hanya dalam ratusan juta tahun evolusi kehidupan multiseluler berhasil melahirkan reptil-reptil raksasa yang kita kenal sebagai dinosaurus.
    Selama ratusan juta tahun, dinosaurus merajai permukaan bumi sebelum akhirnya punah 65 juta tahun yang lalu. Punahnya dinosaurus memberikan kesempatan bagi mamalia kecil untuk bisa berevolusi karena kehidupan mereka tidak lagi tercancam oleh dinosaurus.

Sumber: andabertanyaateismenjawab.wordpress.com (dengan sedikit pengubahan)

Sumber gambar: originslectures.uga.edu/lectures/origin-universe

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s