Paris Attack: Message from Survivor

Anda tidak akan pernah berpikir bahwa ini semua bisa terjadi pada Anda. Hari itu hanyalah hari Jumat malam di sebuah acara musik rock. Suasana begitu riang, semua orang berdansa dan tertawa. Di tengah acara, tiba-tiba saja beberapa pria merangsek melalui pintu depan dan mulai menembaki secara brutal dengan senapannya, kami dengan naifnya percaya bahwa itu semua hanyalah bagian dari pertunjukan musik.

Itu bukan hanya sekedar serangan teroris, itu sudah seperti pembantaian membabi-buta. Berlusin-lusin orang ditembaki tepat dihadapanku. Genangan darah memenuhi lantai. Tangisan pria-pria dewasa sedang memegangi tubuh pasangannya yang sudah tidak beranyawa, memecah ruangan. Masa depan mereka hancur lebur, keluarga berpilu hati, hanya dalam sekejap.

Kaget dan sendirian, aku berpura-pura mati selama lebih dari satu jam. Berbaring bersama dengan orang-orang lainnya, yang dengan mata kepala mereka sendiri menyaksikan bahwa orang-orang yang dicintainya sudah tidak bergerak… Menahan nafas, mencoba untuk tidak bergerak, untuk tidak menangis – untuk tidak menunjukkan pada para penembak itu perasaan takut yang sangat ingin mereka lihat.

Aku benar-benar beruntung bisa selamat dari maut, di mana banyak yang lainnya tidak. Orang-orang yang berada di sana untuk alasan yang sama denganku – untuk bersenang-senang di hari jumat malam, adalah manusia-manusia yang tidak bersalah. Dunia ini sungguh kejam. Perilaku keji ini menjadi peristiwa yang akan menyoroti kebejatan umat manusia, dan bayangan pria-pria bersenjata tersebut akan menghantui sisa kehidupanku untuk selamanya. Dengan cara mereka menembakkan senjatanya kehadapan orang-orang yang berdiri bersama-sama mengerumuniku, tanpa pertimbangan sedikit pun akan nyawa manusia. Peristiwa itu tidak terasa nyata. Saat itu aku berharap datangnya waktu di mana seseorang akan berkata bahwa itu semua hanyalah mimpi buruk belaka.

Menjadi salah satu yang selamat dari horor ini, membuat saya dapat menyaksikan kemunculan para pahlawan. Untuk pria yang sudah menenangkan saya dan mempertaruhkan keselamatannya untuk menutupi kepala saya ketika saya  merintih, untuk pasangan yang kata-kata terakhirnya dipenuhi cinta membuat saya tetap percaya akan kebaikan di dunia ini, untuk para polisi yang telah berhasil menyelawatkan ratusan orang lainnya, untuk orang yang tak dikenal yang memberikan saya tumpangan dan menghibur saya selama 45 menit ketika saya yakin bahwa pria yang saya cintai ini sudah tiada, kepada pria terluka yang saya kira dia adalah Amaury, memegangku erat dan mengatakan kepadaku bahwa semuanya akan baik-naik saja meskipun dia sendiri dihantui ketakutan, untuk wanita yang membuka pintu rumahnya untuk menampung para korban, untuk teman-teman yang menawarkan tempat perlindungan sementara dan dengan sukarela membelikanku baju baru agar aku tidak harus menggunakan baju yang sudah berlumuran darah ini, untuk Anda semua yang telah memberikan rasa pedulinya dan dukungan Anda semua membuatku tetap percaya bahwa dunia ini masih memiliki potensi untuk menjadi lebih baik. Untuk tidak membiarkan hal ini terjadi lagi.

Tapi semua ini terlebih lagi untuk 80 orang yang terbunuh di dalam acara tersebut, orang-orang yang tidak beruntung, orang-orang yang tidak memiliki kesempatan untuk bangun, dan untuk semua perasaan pahit yang akan dialami teman-teman serta keluarga mereka. Saya benar benar merasa pilu. Tidak ada yang bisa menyembuhkan luka itu. Saya merasa terhormat bisa berada di sisi mereka pada detik-detik nafas terakhir mereka, dengan kepercayaan bahwa saya sendiri akan mengikuti mereka. Saya bersaksi bahwa pikiran terakhir mereka bukanlah pada para binatang yang telah mengakibat semua tragedi ini. Pikiran terakhir mereka adalah pikiran mengenai orang-orang yang mereka cintai.

Ketika aku sendiri terbaring penuh dengan lumuran darah, menunggu sebutir peluru untuk mengakhiri 22 tahun kehidupanku, terbayang dalam benakku tiap-tiap wajah orang yang aku cintai dimana saya berbisik pada mereka semua, I love you, lagi dan lagi, sambil merefleksikan kembali momen-momen penting dalam hidupku. Berharap bahwa mereka yang saya cintai tahu, bahwa apapun yang terjadi padaku, tetap percayalah akan kebaikan manusia. Untuk tidak membiarkan para penembak itu merasa menang.

Malam itu, kehidupan banyak manusia telah selamanya berubah dan ini semua tergantung pada kita untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi. Untuk tetap hidup sebagaimana para korban yang tak berdosa atas tragedi ini impikan, tetapi tidak akan pernah dapat mereka raih.

RIP Angels. Anda tidak akan pernah dilupakan.

By: Isobel Bowdery

 

Cerita ini diambil dari facebook post dan diterjemahkan secara bebas dengan beberapa perubahan. Untuk script aslinya dalam bahasa Inggris kunjungi:
https://www.facebook.com/isobel.bowdery/posts/10153885280769893


 

We expresses our deep condolences for Paris Attack tragedy.

For people who compare this to Palestine or Rohingya or anything, and even said how this tragedy is nothing as comparison, please stop being a jerk. Two wrong don’t make a right. What is wrong deserve condemnation. No exception.

 

15/11/2015
FH @ Perspektif
All Rights Reserved

 


Sumber gambar:

http://static.independent.co.uk/s3fs-public/thumbnails/image/ 2015/11/18/12/paristribute.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s