Fermi Paradox: Where are all aliens?

Melihat Alam Semesta yg sangat luas dengan miliaran Bintang Bintang serta Planet, apakah tidak ada makhluk hidup di galaksi lain yang bisa kita ajak ngobrol? Kalau kita berpegang ke Drake Equation juga harusnya kita dapetin hasil kurang lebih 1000 sampe 100,000,000 civilization di galaksi Bima Sakti saja, dari segini banyak probabilitas alien, kok tidak ada satupun yang nyasar ke sini?

Jadi, mengapa belum ada satupun dari mereka yang mengirim sinyal ke Bumi? Mengapa langit begitu hening? Ini adalah Fermi Paradox.

Paradoks ini dibuat oleh Enrico Fermi dan Michael H. Hart pada tahun 1950. Mereka mengetahui bahwa kemungkinan ada banyak jenis kehidupan di galaksi kita, dan sebagian mungkin sudah ada sejak miliaran tahun lebih awal sehingga mereka lebih dulu berevolusi menjadi makhluk super-cerdas sekarang. Namun kenyataannya telepon luar angkasa kita tidak berdering. “Dimana semuanya?”.

Memperhitungkan kemungkinan terbentuknya planet yang mirip dengan Bumi, Fermi berpendapat bahwa probabilitas munculnya kehidupan cerdas yang mampu mengembangkan teknologi tingkat tinggi dengan meninjau usia galaksi Bima Sakti yang mencapai 13 miliar tahun, maka kita dapat berharap peradaban dan koloni di Bima Sakti berjumlah sangat banyak.

Sebagai ilustrasi, mari kita anggap jarak antarbintang atau koloni sebesar 10 tahun cahaya (1 tahun cahaya setara dengan jarak sejauh sekitar 9,5 triliun kilometer). Pesawat penjelajah yang digunakan memiliki kecepatan 0,1 kali kecepatan cahaya (kecepatan cahaya sebesar 300.000 kilometer per detik) dan waktu yang dibutuhkan untuk membangun sebuah koloni serta menyiapkan keberangkatan ke tempat tujuan selanjutnya, katakanlah, sekitar 5000 tahun. Artinya, kecepatan pembentukan koloni adalah sebesar 0,002 tahun cahaya per tahunnya. Dengan mengetahui garis tengah galaksi Bima Sakti sebesar 100.000 tahun cahaya, maka waktu yang dibutuhkan untuk membentuk koloni di Bima Sakti hanya 50 juta tahun. Menurut standar manusia, interval waktu ini tentu saja sangat panjang. Tetapi, dalam skala waktu geologi, interval waktu tersebut singkat sekali. Bila demikian, mengapa sulit bagi kita menemukan teman di salah satu sudut galaksi? Sejauh ini, manusia adalah makhluk cerdas yang baru kita ketahui di alam semesta. Dengan teknologi, kita bisa mengirim sinyal ke luar angkasa untuk mendapat balasan dari langit, seperti Projek Ozma pada tahun 1960 dan Pesan Arecibo yang dikirim dengan teleskop radio Arecibo. Tetap, telepon masih tak berdering.

Ada beberapa teori yang dapat menjelaskan Fermi Paradox , dan teori yang paling terkenal adalah teori The Great Filter.

Teori The Great Filter mengatakan bahwa kehidupan banyak muncul di planet-planet di galaksi kita, namun hampir semua tak bisa atau tak sempat berevolusi menjadi makhluk cerdas karena bencana alami seperti letusan gunung berapi, bombardir meteor, supernova, dan lain-lain.

Menurut teori ini, Bumi adalah planet yang beruntung karena bisa mempertahankan kehidupan di dalamnya selama kurang lebih 3,8 miliar tahun dan membuatnya berevolusi menjadi kehidupan cerdas. Jadi, mungkin hanya kita satu-satunya makhluk cerdas di jagat raya karena kita sangat beruntung. Ada juga teori lain yang mengatakan bahwa alien itu ada dan sudah menghubungi atau bahkan mengunjungi Bumi namun pemerintah berusaha menutup-nutupi hal ini. Teori lain mengatakan bahwa kehidupan cerdas itu ada tapi mereka tak mau ikut campur dalam kehidupan Bumi sehingga bisa berkembang secara alami. Pada saat kita sudah cukup cerdas, baru mereka berkomunikasi dengan kita.

Teori lainnya lagi: Kita benar-benar sendirian.

Teori-teori terus bermunculan untuk menjawab Paradoks Fermi, namun teori-teori tersebut tak akan pernah membuat kita tahu secara pasti bahwa alien itu ada. Hanya ada satu cara untuk memuaskan kita tentang eksistensi alien: pergi ke luar angkasa dan cari tahu!

Sayangnya, teknologi kita belum memadai untuk membuat kita menjelajah hingga bintang terdekat. Jadi Kapan semua perdebatan ini selesai? Kapan kita bisa bertemu dengan sosok alien yg cerdas atau kehidupan lain di luar bumi? Mungkin waktu yang akan menjawabnya.
Ada Video yang sangat menarik untuk disimak tentang Paradoks ini:

Happy Watching, guys! 



Resedivis_ @ Perspektif
All Rights Reserved


http://waitbutwhy.com/2014/05/fermi-paradox.html

http://www.fermisparadox.com

http://abyss.uoregon.edu/~js/cosmo/lectures/lec28.html

http://www.seti.org/seti-institute/project/details/fermi-paradox

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s