Dimensi-Dimensi Ruang di Alam Semesta (Part 1 of 2)

Kalau bicara soal dimensi lain, Anda cenderung berpikir bahwa dimensi adalah sesuatu seperti dunia paralel; dunia yang sama dengan dunia kita tetapi memiliki realita yang berbeda. Akan tetapi dimensi dan perannya dalam mengatur keberadaan alam semesta akan berbeda dari pandangan mainstream sebagian besar orang.

Singkatnya, dimensi hanyalah sejumlah aspek berbeda dari apa yang kita anggap sebagai realitas. Anda pasti mengetahui tiga dimensi ruang yang ada disekitar kita, yaitu dimensi yang mendeskripsikan panjang, lebar, dan kedalaman dari segala objek di alam semesta. Tiga dimensi ruang itu dapat dilihat dengan mudah. Namun observasi biasa akan sulit dilakukan terhadap dimensi ruang ke-4 dan seterusnya. Dalam kerangka teoritis dari teori superstring (supersymmetric string), alam semesta memiliki sepuluh dimensi yang berbeda. Sepuluh dimensi tersebut adalah aspek yang mengatur keseluruhan alam semesta, termasuk gaya fundamental dan semua partikel elementer yang terkandung di dalamnya.


Nol dimensi ruang: sebuah titik
Kita mulai dari sebuah titik. Sebuah titik pada sebuah bidang tidak mempunyai ukuran panjang maupun lebar. Titik hanya memberikan posisi tanpa memberikan ukuran.

Satu dimensi ruang: sebuah garis
Taruhlah dua titik disebuah bidang. Tentu keduanya tidak memiliki ukuran apapun. Dimensi pertama adalah sebuah garis yang menghubungkan keduanya. Kini ia sudah memiliki sebuah ukuran, yaitu panjang.

Dua dimensi ruang: sebuah bidang
Tetapi bagaimana jika kita hidup dalam dunia dengan dua dimensi ruang? Kita akan bisa melihat dunia dalam tiga dimensi ruang. Segala hal yang tiga dimensi akan terproyeksi dalam ruang dua dimensi.

Tiga dimensi ruang: sebuah bangun
Jika kita menggunakan analogi cabang, kita bisa melihat semut berjalan melewati cabang, masuk ke dalam suatu titik, lalu keluar di titik berbeda dengan cabang yang berbeda pula. Peristiwa tersebut dapat diwakilkan dengan pelipatan pada cabang dan membuatnya terlihat masuk akal.

Kalau memang ada makhluk hidup yang hidup di dunia 1D (satu dimensi), ia hanya bisa bergerak ke kanan atau kiri, sementara makhluk 2D hanya bisa bergerak ke kanan-kiri dan depan-belakang, tidak bisa ke atas-bawah. Di dunia 3D, yang bisa hidup adalah makhluk yang memiliki panjang, lebar, dan kedalaman.

Empat dimensi ruang: sebuah hypercube atau tesseract
Kita sudah mengerti tiga dimensi yang kita ketahui, yaitu panjang, lebar, dan kedalaman. Namun, apa yang mewakili dimensi ke-4? Jawabannya adalah durasi.

Jika kita melihat sebuah kubus 1 menit yang lalu dan kubus pada saat ini, garis yang menghubungkan keduanya adalah dimensi keempat. Kalau kita membuat ilustrasi yang menggambarkan waktu dari kita lahir hingga saat ini dan menghubungkannya dengan garis, itu adalah bagaimana kita kelihatan dalam empat dimensi. Tetapi karena kita hidup dalam tiga dimensi, kita tidak bisa melihat diri kita dalam empat dimensi.

Waktu adalah hal yang substansial dalam menentukan sebuah materi dalam titik tertentu. Contoh mudahnya adalah ketika kita menonton video. Video terlihat bergerak karena adanya frame, yaitu gambar-gambar diam yang terus berganti sepersekian milisekon membentuk animasi bergerak. Kalau frame adalah dimensi ke-3, maka kumpulan frame yang saling menumpuk menjadi sebuah video adalah dimensi ke-4. Setiap pergerakan yang kita lakukan yang kita alami dari lahir sampai saat ini ada karena waktu atau dimensi ke-4.

Lima dimensi ruang
Waktu terasa lurus bagi kita yang hidup dengan memahami dimensi ke-4. Tetapi hal itu sama seperti kita melihat dunia 3D dalam perpektif 2D. Kita tidak tahu bahwa ternyata waktu telah memotong dan membelokkan kita. Kita tidak sadar karena kita hidup di dunia 3D.

Pada dimensi ke-5, kita bisa melihat pembelokkan dan pemotongan tersebut. Pembelokkan dan pemotongan itu menentukan nasib kita di masa depan akibat pilihan kita sendiri. Hal ini sama seperti melihat satu garis bercabang, dengan cabang sebagai pilihan nasib kita. Pada ruang empat dimensi, kita hanya melihatnya sebagai garis lurus, sementara pada ruang lima dimensi kita bisa melihat kemungkinan nasib yang lainnya. Hanya saja, kita tidak bisa masuk ke jalur nasib yang berbeda dari yang telah kita pilih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s